Dalam siaran pers yang diunggah akun Instagram @lovesuroboyo, disebutkan 14 tersangka adalah mahasiswa inisial NRP (21 tahun) dan PIF (21 tahun). Pelaku utama merupakan karyawan swasta inisial IKP (41 tahun) dan FP (35 tahun).
Tak hanya itu, dokter inisial BPH (29 tahun) bersama DP (46 tahun) dan MI (31 tahun) serta karyawan ASN PPPK inisial ITR (38 tahun) dan CDR (35 tahun) karyawan ASN P3K juga ikut terlibat dalam kasus ini.
Tersangka lainnya yakni, RZ (46 tahun) pedagang, HRE (18 tahun) pelajar, BH (55 tahun) wiraswasta, SP (43 tahun) karyawan swasta, SA (40 tahun) karyawan swasta ikut berperan dalam kasus ini.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata tidak ada keterlibatan pihak kampus terkait dengan terjadinya perjokian dalam ujian masuk seleksi mahasiswa ini, malah malah ASN ada yang terlibat,” kata Luthfie pada hari Jumat, 8 Mei 2026.
3. Komplotan Pelaku Sudah Beroprasi 9 Tahun
Pelaku utama mengaku telah menjalankan aksinya selama 9 tahun terakhir dengan menerima pesanan dari 150 klien dengan mematok harga Rp75 juta hingga Rp300 juta.
Beberapa joki bahkan berhasil lolos ujian hingga klien mereka diterima di Fakultas Kedokteran di beberapa universitas ternama.
4. Peran Tersangka: Joki Lapangan hingga Pembuat Dokumen Palsu Dibantu Oknum ASN Kecamatan
Dari 14 tersangka, 5 orang berperan sebagai penerima pesanan dan 3 orang di antaranya berprofesi sebagai dokter. Tersangka lainnya merupakan joki yang bertugas di lapangan dengan 2 orang termasuk mahasiswa berprestasi.
Baca Juga: Tim Siber UPA TIK UNEJ Berhasil Gagalkan Praktik Joki Ujian TOEFL CBEPT, 4 Pelaku Ditangkap
Sementara itu, 5 orang tersangka lainnya bertugas sebagai pembuat dokumen palsu dan pemberi perintah dengan dibantu 2 orang oknum ASN PPPK di salah satu kanto kecamatan di Surabaya.
"Kebanyakan klien mereka menargetkan Fakultas Kedokteran, dan ada yang membayar (joki) ratusan juta. Bikin kartu identitas juga ternyata dibantu (ASN) pakai blangko asli. Pantas, kalau bikin KTP sering alasan blangko habis ternyata dijualin untuk penipuan," kata Lutfhie.
5. Joki UTBK Termasuk Mahasiswa Berprestasi
Mirisnya, joki UTBK yang bertugas di lapangan termasuk mahasiswa berprestasi, namun kecerdasannya dinilai "salah jalan".
Artikel Terkait
Puncak Komedi! Kepala BKN Usulkan Calon ASN yang Terlanjur Resign untuk Kembali ke Pekerjaan Lama, Imbas Penundaan Pengangkatan CPNS
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Soroti Ribuan CPNS 2024 yang Memilih Mengundurkan Diri karena Alasan Penempatan
Terungkap Praktik Kecurangan UTBK-SNBT 2025 di UNEJ Jember dan UNDIP Semarang, Ada yang Pakai Kuncir Rambut hingga Kerudung
Pegawainya Dikabarkan Bantu Kecurangan UTBK SNBT, Begini Tanggapan Kampus UNEJ
UNEJ Temukan Indikasi Kecurangan di UTBK SNBT 2025, Begini Kronologi Lengkapnya
Ramai Peserta Rekrutmen Kopdes Merah Putih Protes Tes CAT Bermasalah: Jawaban Acak dan Sering Berubah Sendiri hingga Website Stuck