Bantahan lain datang dari Indomusikgram. Mereka menjelaskan keberadaan dalam grup WhatsApp INMF hanya sebatas ruang komunikasi antaranggota dan tidak pernah terlibat dalam agenda bersama pemerintah.
Media digital Geometry Media juga menegaskan tidak pernah menerima undangan ataupun melakukan komunikasi terkait agenda Bakom RI.
Sementara itu, kanal edukasi Kok Bisa menyatakan diri sebagai media independen dan tidak memiliki afiliasi politik. Mereka juga membantah pernah menghadiri pertemuan dengan Muhammad Qodari maupun menjadi media pendukung pemerintah.
Klarifikasi turut datang dari Indonesian Poop Base yang menegaskan tidak pernah diajak bergabung sebagai mitra pemerintah.
Polemik ini kemudian memicu perdebatan luas di media sosial terkait transparansi komunikasi pemerintah dengan ekosistem media digital independen. Sejumlah warganet mempertanyakan validitas daftar media yang disebut terlibat, sementara sebagian lain meminta adanya penjelasan resmi dari Bakom RI mengenai mekanisme kerja sama yang dimaksud.
Hingga kini belum ada keterangan lanjutan dari Bakom RI terkait bantahan berbagai homeless media tersebut. Namun isu ini terus menjadi perhatian publik karena menyangkut independensi media digital dan relasi antara pemerintah dengan kreator konten di Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ria Ricis Akui Oplas Hidung, Perubahan Penampilan Jadi Sorotan dan Viral di Media Sosial
Viral di Media Sosial, Dugaan Pelecehan Santriwati di Bangkalan Madura Terungkap, Korban Capai 30 Orang
Bukan Hanya Larang Jule Temui Anak, Na Daehoon Kini Ambil Langkah Drastis di Media Sosial, Ada Apa?
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Seret Nama Mantan Istri, Andre Taulany Minta Media Tak Bawa-bawa Nama Keluarga
Erin Bantah Tuduhan Penganiayaan ART, Ungkap Dugaan Perekaman Diam-Diam hingga Privasi Rumah Tersebar di Media Sosial
Daftar 35 Homeless Media Versi Bakom RI Picu Polemik, Narasi sampai Ngomongin Uang Ramai Membantah