Di sisi lain, muncul pula kesaksian berbeda dari sejumlah keluarga korban yang justru memberikan apresiasi terhadap penanganan yang dilakukan oleh PT KAI.
Dalam berbagai unggahan di media sosial, keluarga korban menyebut pihak KAI tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga menunjukkan empati secara langsung.
Salah satu akun menyebut bahwa pihak KAI bahkan datang berulang kali untuk memastikan kondisi keluarga korban, bahkan ikut menanggung biaya pendidikan anak-anak korban yang terdampak laka di Bekasi.
"Pihak KAI bahkan paling lama bertamu, ngajak ngobrol, tidak hanya sekadar menjalankan tugas untuk memberikan santunan, tapi benar-benar merangkul keluarga kami," tulis salah satu keluarga korban di Threads.
Komentar lain juga menyebut bahwa petugas KAI hadir hingga proses pemakaman, memberikan dukungan emosional dan trauma healing bahkan secara aktif memantau kondisi keluarga korban pascakejadian.
"Managemen KAI benar-benar perhatian, bahkan sampai atasannya ikut datang ikut sholatin jenazah dan bener-bener menghibur keluarga. Terlepas dari takdir dan mungkin ada kesalahan miskom saat kejadian, tapi respons KAI terhadap musibah ini sangat layak diapresiasi dengan baik," imbuh anggota keluarga korban lainnya.
"Bukan cuma hadir, tapi petugas KAI juga menanggung biaya pendidikan anak korban dan ikut memberikan trauma healing yang dikerahkan langsung untuk keluarga korban. Rombongan dari pihak KAI bahkan udah datang 3 kali ke rumah kami memastikan kondisi kami bisa pulih kembali, benar-benar memanusiakan sekali," komentar keluarga korban lainnya.
Respons tersebut dinilai sebagai bentuk crisis management KAI yang sangat baik dalam upaya terencana menangani dampak krisis sekaligus memulihkan kepercayaan publik pasca kejadian tak terduga di Bekasi.
Munculnya gugatan hukum di satu sisi dan apresiasi dari keluarga korban di sisi lain menunjukkan adanya dua perspektif berbeda terhadap penanganan tragedi ini.
Sebagian pihak menilai masih ada celah dalam sistem keselamatan dan respons awal yang perlu diperbaiki. Sementara pihak lain melihat adanya upaya maksimal KAI dalam penanganan korban dan keluarga.
Di atas semua itu, tragedi ini tetap menjadi pengingat bahwa keselamatan transportasi publik harus menjadi prioritas utama.
Evaluasi menyeluruh diharapkan tidak hanya berhenti pada investigasi, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
5 Fakta Kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL di Bekasi: Berawal dari Taksi Mogok hingga Terjadi Tabrakan Beruntun Antar Kereta, Puluhan Orang Terluka
Pernyataan Resmi Taksi Green SM Usai Armadanya Terlibat dalam Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek-KRL di Bekasi
Sebut Kereta Mustahil Rem Mendadak, Komut PT KAI Said Aqil Siradj Tegaskan Kesalahan Ada pada Pihak Taksi
Update Kecelakaan KRL dan KA Bromo Anggrek, Polisi Amankan Sopir Taksi Listrik SM Green, Masinis Menghilang
Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usulan Pemindahan Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Tekankan Hal Ini Pasca Tragedi Kecelakaan KRL di Bekasi
Berkaca dari Kecelakaan KRL di Bekasi, Rieke Diah Pitaloka Desak Evaluasi Menyeluruh, Dorong Percepatan Reformasi Sistem Perkeretaapian Nasional