SketsaNusantara.id - Tragedi kecelakaan kereta api di Bekasi Timur menuai perhatian dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka (RDP).
Aktris yang dikenal luas lewat perannya sebagai Oneng dalam sitkom "Bajaj Bajuri" itu menyampaikan duka mendalam sekaligus mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem perkeretaapian nasional.
Kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek ini disebut-sebut sebagai salah satu kecelakaan paling memilukan dalam sejarah perkeretaapian Indonesia yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan lebih dari 90 orang lainnya mengalami luka-luka.
Dalam unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, Rieke Diah Pitaloka menyampaikan belasungkawa kepada para korban meninggal dunia yang sebagian besar adalah perempuan.
Berkaca dari peristiwa ini, Rieke menekankan untuk memperbaiki tata kelola perkeretaapian Indonesia dengan mengutamakan keselamatan penumpang sehingga kejadian di Bekasi tak terulang kembali di masa depan.
"Turut berduka atas tragedi kecelakaan kereta api di Bekasi. Kepergian 16 teman kita yang sebagian besar perempuan-perempuan Indonesia, mereka sekaligus pekerja yang luar biasa. Ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola perkeretaapian nasional," ujarnya, dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah pada hari Kamis, 30 April 2026.
Pernyataan tersebut merujuk pada fakta bahwa gerbong yang mengalami kerusakan paling parah merupakan gerbong khusus wanita, yang berada di bagian belakang rangkaian KRL saat terjadi tabrakan.
Sebagaimana diketahui, Kecelakaan ini bermula dari insiden taksi yang mogok di perlintasan rel dekat Stasiun Bekasi Timur. KRL yang melintas lebih dahulu mengalami gangguan hingga berhenti untuk proses penanganan.
Dalam kondisi tersebut, jalur menjadi tidak sepenuhnya steril dan KRL lain yang akan melintas terpaksa terhenti di tengah jalan.
Namun, tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya-Jakarta melaju dari arah belakang dan menabrak KRL yang tengah berhenti.
Diduga kereta tersebut mengalami gangguan sinyal dan tak menyadari adanya isyarat pemberhentian sehingga terjadi tabrakan yang tak terhindarkan.
Benturan keras membuat kepala lokomotif menembus masuk ke dalam gerbong wanita, menyebabkan banyak penumpang terjepit. Proses evakuasi pun berlangsung dramatis dan memakan waktu lama karena kondisi badan kereta yang ringsek parah.
Artikel Terkait
Pernyataan Resmi Taksi Green SM Usai Armadanya Terlibat dalam Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek-KRL di Bekasi
Sejarah KA Argo Bromo Anggrek yang Kecelakaan di Bekasi, Kereta Api Kelas Tertinggi dengan Waktu Tempuh Tercepat
Kecelakaan KRL Ditabrak KA Argo Bromo di Bekasi Timur, Ini Cara Cek Data Korban dan Hotline Resmi KAI
Geram, Netizen Banjiri Instagram Menteri PPPA Arifah Fauzi yang Usul Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah Usai Tabrak Kereta di Bekasi
Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usulan Pemindahan Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Tekankan Hal Ini Pasca Tragedi Kecelakaan KRL di Bekasi