SketsaNusantara.id - Upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap kondisi darurat terus dilakukan di tingkat desa. Salah satunya melalui kegiatan edukasi pertolongan pertama yang menyasar langsung warga.
Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI Kabupaten Jember turun langsung ke lapangan. Mereka melakukan sosialisasi sekaligus pelatihan pertolongan pertama dasar kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung sejak Kamis siang hingga sore, 23 April 2026. Lokasi kegiatan mencakup sejumlah desa di wilayah selatan Kabupaten Jember.
Baca Juga: Peserta OSMA Jember Tunjukkan Kepedulian, Antusias Donor Darah di JSG, PMI Beri Apresiasi
Tiga desa menjadi sasaran utama dalam kegiatan ini. Desa tersebut meliputi Puger Kulon dan Puger Wetan di Kecamatan Puger, serta Desa Kepanjen di Kecamatan Gumukmas.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman dasar terkait penanganan kondisi darurat medis. Edukasi tersebut ditujukan agar warga mampu bertindak cepat sebelum bantuan tenaga medis tiba.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah. Pendekatan tersebut dipilih untuk memastikan materi dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Relawan menyampaikan materi secara sederhana dan praktis. Warga diajak memahami langkah awal dalam menangani kondisi seperti luka ringan hingga situasi darurat di rumah.
"Kami ingin setiap warga memiliki pengetahuan dasar, setidaknya mereka tidak panik dan mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi kecelakaan kecil atau kondisi darurat di rumah," ujar H. Mukhlas.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari pengurus PMI Kabupaten Jember. Sejumlah pengurus turut hadir untuk memantau sekaligus memberikan dukungan kepada relawan di lapangan.
Menurut pengurus PMI, relawan SIBAT memiliki peran penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Mereka menjadi ujung tombak dalam menyampaikan edukasi kemanusiaan di tingkat desa.
"Relawan SIBAT adalah ujung tombak kami, dengan edukasi Pertolongan Pertama Dasar ini, kita sedang membangun masyarakat yang tangguh dan mandiri dalam aspek kemanusiaan," tegas Zainollah.
Upaya peningkatan kapasitas masyarakat dinilai penting dalam menghadapi berbagai potensi risiko. Pengetahuan dasar yang dimiliki warga diharapkan dapat mengurangi dampak dari kejadian darurat.
Artikel Terkait
Program Bunga Desaku Bantu Pendonor Tepat Waktu, PMI Jember Hadirkan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis
Rumah Lansia 95 Tahun di Ledokombo Ludes Terbakar, PMI Jember Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Darurat
25 Relawan SIBAT PMI Jember Ikuti Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana di Desa Puger Kulon
PMI Jember Distribusikan Bantuan Logistik untuk 3 Keluarga Korban Bencana di Jenggawah dan Bangsalsari
Antusias, Ratusan Siswa SLB-C Tunagrahita TPA Jember Mengikuti Simulasi Tanggap Darurat Bencana yang Digelar PMI Jember