SketsaNusantara.id - Sebanyak 25 relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dari Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, mengikuti pelatihan pertolongan pertama yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Jember pada Selasa 14 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program penguatan ketahanan sekolah dan komunitas atau School and Community Resilience (SCR) yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut dipusatkan di balai desa setempat. Para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari Wakil Kepala Markas PMI Jawa Timur, Yulius A. Mbusu, serta Kepala Bidang Pelayanan PMI Jember, Elvana Kusdijanto. Materi yang diberikan berfokus pada keterampilan dasar pertolongan pertama yang sangat dibutuhkan saat kondisi darurat.
Dalam pelatihan ini, relawan tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung mengenai penanganan korban bencana. Keterampilan tersebut meliputi cara memberikan pertolongan awal pada korban sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan di fasilitas kesehatan.
Elvana Kusdijanto menegaskan bahwa relawan SIBAT memiliki peran penting sebagai pihak pertama yang hadir di lokasi kejadian. Oleh karena itu, mereka harus memiliki kemampuan dasar dalam menangani kondisi darurat.
“Relawan SIBAT merupakan garda terdepan dalam memberikan pertolongan kepada korban. Dengan pelatihan ini, mereka dibekali kemampuan medis dasar yang dapat dilakukan oleh masyarakat umum yang telah mendapatkan pelatihan khusus,” ujarnya saat menyampaikan materi.
Selain meningkatkan keterampilan individu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi potensi bencana. Para relawan diharapkan dapat menjadi agen penyebar informasi dan edukasi terkait pertolongan pertama kepada warga di lingkungan masing-masing.
Sekretaris PMI Jember, Ghufron Evyan Efendi, yang membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran relawan dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat. Menurutnya, keberadaan SIBAT menjadi perpanjangan tangan PMI dalam memberikan edukasi dan layanan kemanusiaan di tingkat desa.
“SIBAT memiliki tanggung jawab untuk menyebarluaskan pengetahuan pertolongan pertama kepada masyarakat. Karena itu, peserta diharapkan mengikuti pelatihan ini dengan serius agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, PMI Jember berharap masyarakat desa semakin siap menghadapi berbagai situasi darurat, termasuk bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Penguatan kapasitas relawan menjadi langkah strategis dalam menciptakan desa yang tangguh dan mandiri dalam penanganan bencana.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan relawan SIBAT tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pertolongan pertama. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PMI dalam meningkatkan kualitas layanan kemanusiaan hingga ke tingkat desa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Aksi Donor Darah Ramadhan di Kalisat Jember Pecahkan Rekor, PMI Berhasil Himpun 81 Kantong dari 107 Pendaftar
Hampir 3.000 Kantong Terkumpul, Donor Darah PMI Jember Melonjak Berkat Inovasi dan Kolaborasi Komunitas
Jelang Idul Fitri 1447 H, PMI Jember Jemput Bola di Umbulsari, Puluhan Warga Antusias Donor Darah
Jelang Lebaran 2026, PMI Jember Siagakan Posko Mudik dan Tim Mobile Keliling, Fokus Amankan Jalur Selatan yang Rawan Cuaca Ekstrem
Safari Donor Darah Ramadan Jember Resmi Berakhir, PMI Catat 36 Kantong di Masjid Al Baitul Amin