Kamis, 11 Juni 2026

PMI Jember Buka Rekrutmen Relawan KSR 2026, Kesempatan Emas Pemuda Berkontribusi di Bidang Kemanusiaan dan Kebencanaan

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Selasa, 21 April 2026 | 08:51 WIB
Rekrutmen KSR PMI Jember 2026 dibuka, peluang pemuda asah skill medis dan tanggap bencana (Dok. PMI Unej)
Rekrutmen KSR PMI Jember 2026 dibuka, peluang pemuda asah skill medis dan tanggap bencana (Dok. PMI Unej)

SketsaNusantara.id - Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember resmi membuka rekrutmen relawan baru melalui Korps Sukarela (KSR) Unit Markas untuk tahun 2026. Program ini menjadi peluang terbuka bagi generasi muda yang ingin terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan, pelayanan kesehatan, hingga penanganan bencana.

Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis dalam memperkuat kapasitas relawan di tingkat daerah, seiring meningkatnya kebutuhan respons cepat terhadap berbagai persoalan sosial dan kebencanaan.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menegaskan bahwa keberadaan relawan muda menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan misi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Baca Juga: PMI Jember Latih 25 Relawan SIBAT Puger Wetan, Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana di Wilayah Pesisir

Menurutnya, semangat kepedulian sosial perlu terus ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam membantu masyarakat. Ia mengajak pemuda-pemudi di Jember untuk mengambil peran nyata melalui wadah KSR PMI.

“PMI membutuhkan relawan yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga ketulusan dalam membantu sesama tanpa memandang perbedaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KSR PMI Unit Markas Kabupaten Jember, Haidar Al Rafif, menjelaskan bahwa proses seleksi tahun ini tidak hanya berfokus pada jumlah peserta, tetapi juga kualitas individu yang direkrut. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter serta kesiapan teknis di lapangan.

Baca Juga: Antisipasi Bencana di Pesisir Selatan, PMI Jember Gelar Orientasi SIBAT untuk Bekali Relawan Hadapi Situasi Darurat

Para peserta yang lolos seleksi nantinya akan mengikuti serangkaian pelatihan intensif. Materi yang diberikan mencakup pertolongan pertama, penanganan kondisi darurat, hingga manajemen kebencanaan. Dengan pelatihan tersebut, relawan diharapkan mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi krisis.

Selain keterampilan teknis, relawan juga akan mendapatkan pengembangan kemampuan non-teknis atau soft skills. Program ini meliputi pelatihan kepemimpinan, manajemen organisasi, hingga komunikasi publik yang efektif. Hal ini menjadi nilai tambah bagi peserta yang ingin mengembangkan diri secara profesional maupun sosial.

Tidak hanya itu, bergabung dengan KSR PMI juga membuka kesempatan untuk membangun jejaring luas. Relawan akan terhubung dengan komunitas kemanusiaan di tingkat nasional hingga internasional. Pengalaman ini dinilai penting dalam memperluas wawasan serta meningkatkan kapasitas individu dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Baca Juga: Antusias, Ratusan Siswa SLB-C Tunagrahita TPA Jember Mengikuti Simulasi Tanggap Darurat Bencana yang Digelar PMI Jember

Dari sisi legalitas, anggota KSR juga berpeluang memperoleh sertifikasi resmi di bidang medis dasar dan kebencanaan. Sertifikat ini dapat menjadi bekal penting, baik untuk kegiatan sosial maupun pengembangan karier di masa depan.

Dalam praktiknya, relawan KSR PMI akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, seperti pelayanan posko kesehatan, aksi tanggap darurat bencana, hingga kegiatan donor darah rutin yang digelar PMI.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X