Minggu, 19 Juli 2026

PMI Jember Gelar Halalbihalal 2026, Tekankan Ukhuwah dan Pentingnya Membersihkan Hati

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Jumat, 27 Maret 2026 | 11:57 WIB
Halalbihalal PMI Jember (Dok. PMI Jember)
Halalbihalal PMI Jember (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Kegiatan halalbihalal yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember pada Jumat 27 Maret 2026 berlangsung hangat dan penuh makna. Acara ini menjadi ruang pertemuan bagi pengurus, staf, serta relawan untuk mempererat hubungan sekaligus melakukan refleksi atas peran mereka dalam tugas-tugas kemanusiaan.

Tidak sekadar tradisi tahunan pasca Idul Fitri, kegiatan ini dimaknai sebagai upaya memperkuat nilai kebersamaan yang selama ini menjadi fondasi gerakan kemanusiaan. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, para peserta saling berinteraksi, berbagi cerita, dan memperbaharui komitmen dalam pengabdian sosial.

Ketua PMI Jember, Zainollah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga ikatan persaudaraan di tengah dinamika kerja kemanusiaan yang tidak ringan. Ia menyampaikan bahwa semangat kemanusiaan tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai kebersamaan yang kuat.

Baca Juga: PMI Jember Evakuasi Lansia 71 Tahun di Gebang ke RS Citra Husada, Bukti Siaga Kesehatan Saat Mudik Lebaran 2026

Menurutnya, hubungan antaranggota harus dilandasi semangat ukhuwah, baik dalam konteks keagamaan, kemanusiaan, maupun kebangsaan. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam menjalankan misi organisasi yang berfokus pada pelayanan masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Silaturahmi seperti ini bukan hanya formalitas, tetapi menjadi energi moral untuk terus bergerak dalam kerja-kerja kemanusiaan,” ujarnya.

Selain sambutan, acara juga diisi dengan tausiyah yang memberikan dimensi spiritual bagi para peserta. KH Abdul Haris dalam penyampaiannya menekankan bahwa keberhasilan manusia tidak hanya ditentukan oleh usaha, tetapi juga oleh kehendak Tuhan.

Baca Juga: Safari Donor Darah Ramadan Jember Resmi Berakhir, PMI Catat 36 Kantong di Masjid Al Baitul Amin

Ia mengingatkan bahwa amalan wajib saja belum cukup untuk mencapai kesempurnaan hidup. Konsistensi dalam menjalankan amalan sunnah menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas diri. Namun demikian, ia menyoroti bahwa hubungan antarmanusia memiliki dampak yang sangat besar dalam kehidupan.

Menurutnya, kesalahan kepada sesama manusia sering kali lebih berat penyelesaiannya dibandingkan kesalahan kepada Tuhan. Oleh karena itu, menjaga hubungan baik, terutama kepada orang tua, menjadi kunci utama dalam meraih keberkahan hidup.

Ia juga mengajak para peserta untuk memiliki hati yang lapang, sebagaimana sifat yang dimiliki oleh penghuni surga. Kemampuan untuk memaafkan dan tidak menyimpan dendam menjadi indikator penting dalam menjaga kebersihan hati.

Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, PMI Jember Siagakan Posko Mudik dan Tim Mobile Keliling, Fokus Amankan Jalur Selatan yang Rawan Cuaca Ekstrem

“Semakin sedikit penyakit hati, maka semakin dekat seseorang dengan kebahagiaan sejati,” ungkapnya.

Sebaliknya, ia mengingatkan agar setiap individu tidak memelihara kemarahan. Emosi negatif yang terus dipupuk justru dapat menjauhkan seseorang dari nilai-nilai kebaikan dan kedamaian.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X