Minggu, 19 Juli 2026

Program Makan Bergizi Gratis di Jember Diprediksi Lampaui Nilai APBD

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Kamis, 16 April 2026 | 16:11 WIB
Anak-anak saat menerima MBG di Jember. (Dok Diskominfo Jember)
Anak-anak saat menerima MBG di Jember. (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id – Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember dan Badan Gizi Nasional (BGN), dalam mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjanjikan transformasi besar bagi ekonomi daerah.

Bupati Jember, Gus Fawait, saat mendampingi kunjungan Kepala BGN di SPPG Cahaya Sholawat Nusantara, Kamis 16 April 2026, memproyeksikan perputaran uang dari program ini mampu menyentuh angka Rp4 triliun hingga Rp4,6 triliun per tahun.

​Estimasi tersebut menjadi sorotan utama karena potensinya yang sejajar, bahkan berpeluang melewati total APBD Kabupaten Jember yang berada di kisaran Rp4,3 triliun.

Baca Juga: Kepala BGN Puji Akurasi Data Gizi Door to Door Pemkab Jember

Gus Fawait optimistis bahwa program ini adalah mesin pertumbuhan baru, yang akan mendongkrak pendapatan daerah sekaligus menekan angka pengangguran.

​“Dengan ini dampak sosial dari MBG sudah mulai terasa di akar rumput. Penyerapan tenaga kerja lokal menjadi poin krusial, di mana banyak ibu rumah tangga dan warga prasejahtera kini memiliki penghasilan tetap sebagai bagian dari rantai produksi program ini,” ujarnya.

​"Fokus kita bukan hanya soal gizi, tapi bagaimana keterlibatan warga lokal mampu mempercepat pengentasan kemiskinan di Jember," tegas Gus Fawait.

Baca Juga: Kebut Proyek Street Food di Jalan Kartini, Pemkab Jember Tetap Kedepankan Toleransi

​Kepala BGN, Dadan Hindayana, memaparkan rincian distribusi anggaran yang sangat berpihak pada ekonomi kerakyatan. Dari total anggaran BGN, sebanyak 93 persen dialokasikan langsung ke tiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dadan memberikan apresiasi tinggi atas progresivitas Pemkab Jember dalam menyediakan data penerima yang akurat. Saat ini, Jember telah mengoperasikan 207 unit SPPG dari target total 400 unit.

“Dengan jumlah yang sudah berjalan, diperkirakan ada aliran dana sebesar Rp207 miliar per bulan yang masuk ke ekosistem ekonomi Jember,” jelasnya.

Baca Juga: Kendalikan Inflasi Pasca Lebaran, Pemkab Jember Salurkan Bantuan Pangan hingga Lakukan Mitigasi Bencana Ekstrem

Meski skala program sangat besar, BGN memastikan aspek kualitas tidak akan terabaikan. Sistem pengawasan berlapis dari tingkat pusat hingga inspektorat telah disiagakan.

Dadan juga mendorong masyarakat untuk aktif memantau kualitas menu harian melalui dokumentasi digital.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X