SketsaNusantara.id- Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan viralnya sebuah video yang menampilkan penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Video tersebut menuai sorotan karena lirik lagu yang dinyanyikan dinilai mengandung unsur pelecehan seksual terhadap perempuan.
Video berdurasi hampir empat menit itu pertama kali ramai setelah diunggah oleh akun X @iPoopBased pada Senin 13 April 2026. Dalam tayangan tersebut, tampak suasana meriah dengan mahasiswa yang berkumpul di depan panggung, ikut bernyanyi dan berjoget mengikuti irama musik.
Namun, perhatian publik tidak tertuju pada kemeriahan acara, melainkan pada isi lirik lagu berjudul “Erika” yang dibawakan dalam penampilan tersebut. Sejumlah potongan lirik yang beredar di media sosial dinilai mengandung unsur objektifikasi perempuan dan tidak pantas dinyanyikan di ruang publik akademik.
Salah satu bagian lirik yang menjadi sorotan warganet mengandung kalimat yang dianggap merendahkan perempuan. Hal ini kemudian memicu kritik luas, dengan banyak pihak mempertanyakan sensitivitas gender di lingkungan kampus.
Unggahan video tersebut dengan cepat menyebar dan menuai beragam respons. Sebagian warganet mengecam keras isi lagu, sementara yang lain mencoba memberikan konteks dengan menyebut bahwa lagu tersebut bukanlah karya baru.
Beberapa pihak menyatakan bahwa lagu “Erika” telah lama beredar di kalangan mahasiswa tambang, bahkan disebut sudah ada sejak lebih dari satu dekade lalu. Lagu tersebut konon terinspirasi dari pengalaman mahasiswa saat menjalani kegiatan lapangan di Surabaya.
Meski demikian, banyak kalangan menilai bahwa usia lagu tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan konten yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai saat ini. Apalagi, isu kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan kini menjadi perhatian serius di berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi baik dari pihak HMT maupun rektorat Institut Teknologi Bandung terkait polemik yang berkembang.
Kontroversi ini juga muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu pelecehan seksual di lingkungan kampus. Sebelumnya, publik juga dihebohkan dengan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).
Dalam kasus tersebut, beredar tangkapan layar percakapan grup mahasiswa yang berisi komentar bernuansa seksual dan dinilai merendahkan perempuan. Bahkan, sejumlah individu yang disebut dalam percakapan itu dikabarkan memiliki peran penting di lingkungan kampus, seperti pengurus organisasi hingga panitia kegiatan orientasi.
Rangkaian peristiwa ini memunculkan kekhawatiran tentang budaya yang berkembang di lingkungan mahasiswa, khususnya terkait cara pandang terhadap perempuan. Banyak pihak kini mendorong institusi pendidikan untuk lebih tegas dalam menanamkan nilai etika, kesetaraan, serta menghormati sesama.
Artikel Terkait
Polda Jatim Tetapkan Ketua KBI Jatim Wira Prasetya Catur Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Atlet
Atlet Kickboxing Viona Amalia Bongkar Dugaan Pelecehan Seksual oleh Ketua PPKBI Jatim, Berjuang dari Laporan Internal hingga ke Polda
Geger! Ustadz Berinisial SAM Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Sesama Jenis
Dosen Universitas Pamulang Franka Hendra Sukma Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Terkait Tuduhan Pelecehan di KRL
Hampir Jadi Korban Rudapaksa, Erika Carlina Justru Ajak Pelaku ke Hotel untuk Menghindari Pelecehan saat Naik Taksi Online, Ternyata Ini Alasannya