Berdasarkan data yang dimiliki BRIN, pada tahun 2022, ada puluhan ribu bekas roket, pecahan roket dan satelit yang tidak berfungsi.
“Jumlahnya saat ini sudah sekitar 20.000 lebih,” kata Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin pada 29 Agustus 2022 lalu.
Thomas menambahkan, sampah antariksa dipengaruhi juga oleh gravitasi bumi.
“Ada sampah antariksa seperti bekas satelit komunikasi pada ketinggian 36.000 km akan tetap berada di orbitnya,” ungkapnya.
Namun sampah antariksa yang orbitnya di bawah 1.000 km akan mengalami efek pengereman atmosfer hingga akhirnya jatuh.
Jenis-Jenis Sampah Antariksa
Sampah antariksa rupanya bukan sebatas pecahan satelit loh.
Sampan antariksa cukup bervariasi, mulai dari pecahan satelit non-aktif hingga barang-barang yang ditinggalkan astronot.
Laman resmi McKinsey & Company pernah mencatat beberapa sampah luar angkasa, seperti sarung tangan cadangan hingga kamera astronot Sunita Williams yang hilang pada tahun 2007 lalu.
Bahaya Sampah Antariksa
Ada 2 potensi bahaya sampah antariksa, yakni ketika berada di orbit dan saat jatuh.
Sampah antariksa yang ada dalam orbit berptensi bertabrakan dengan satelit aktif.
Hal ini berpotensi memicu masalah pada satelit aktif.
Artikel Terkait
Sisa MBG Dikumpulkan Guru Jadi Pakan Bebek, Guru: daripada Dibuang Sia-Sia
Menag Nasaruddin Umar Sampaikan Pesan Paskah 2026, Tekankan Doa untuk Kedamaian dan Harmoni Bangsa
Daftar Harga BBM Terbaru April 2026, Pertamina Pastikan Semua Jenis Tetap Stabil di Seluruh Indonesia
Halalbihalal, Guru MI Mengabdi 40 Tahun di Jombang ini Terima Hadiah
5 Fakta Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya Semarang, Petugas Diduga Menolak Bantu Pakai APAR hingga Respons Pertamina