Sabtu, 18 Juli 2026

Halalbihalal, Guru MI Mengabdi 40 Tahun di Jombang ini Terima Hadiah

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Minggu, 5 April 2026 | 08:15 WIB
Guru mendapat hadiah saat acara halalbihalal. (SketsaNusantara.id)
Guru mendapat hadiah saat acara halalbihalal. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Halal bi halal guru madrasah ibtidaiyah (MI) se-kecamatan Diwek digelar hari Sabtu 4 April 2026, siang. Kegiatan digelar di MI Sunan Kalijaga Mejono Desa Keras

Tampak hadir sebagai undangan pengawas MI dan Kepala KUA Diwek. Termasuk Muhammad Syarif Hidayatullah (Gus Sentot), anggota DPRD Kabupaten Jombang dan Mamik Rosita, Ketua LP Ma'arif PCNU Jombang.

Rangkaian acara dibuka dengan iringan banjari shalawat Nabi dari murid-murid MI Sunan Kalijaga. Kemudian dilanjut dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Ustadz Ahsanut Taqwim.

Baca Juga: Ahli Astronomi Ungkap Dugaan Benda Bercahaya yang Melintas di Langit Lampung: Bukan Komet

Ketua Kelompok Kerja Madrasah lbtidaiyaj (KKMI) Diwek Adi Purnomo menjelaskan, kegiatan juga membagikan penghargaan kepada guru MI yang telah mengabdi kurang lebih 40 tahun. "Ini agar memotivasi para guru muda untu terus semangat berkhidmah dengan ikhlas dan totalitas tanpa pandang usia," ujarnya

Ketua LP Maarif PCNU Jombang, Mamik Rosita, menceritakan sejarah halal bi halal yang digagas oleh KH. Wahab Hasbullah. "Gagasan itu untuk solusi atas kegelisahan Ir. Soekarno dalam menyikapi memudarnya ukhuwah di antara para rekan kerjanya," jelasnya.

Baca Juga: Heboh Objek Bercahaya Melitas di Langit Lampung Picu Beragam Spekulasi, dari Meteor, Rudal hingga Misi Artemis II NASA

Kiai Wahab, lanjutnya, lalu memunculkan istilah halal bi halal. "Gagasan tersebut yang terlaksana hingga sekarang," tambahnya.

"KKMI bukan hanya organisasi, tapi penguat solidaritas, Aswaja, pendidikan anak-anak, dan keagaaman di lingkungan kita," pesannya

"KKMI juga dapat menguatkan sinergi dan kolaborasi di kalangan kita," pungkasnya.

Baca Juga: Moralitas Kekuasaan, Islam dan Hak Membela Diri dalam Perspektif Global

Gus Sentot hadir untuk menggugah semangat para guru agar terus meningkatkan kualitas. "Bantuan-bantuan yang sudah ada, mari diimbangi dengan meningkatnya kualitas guru. Jangan sampai bantuan ada, tapi kualitasnya tetap," tuturnya.

Selama kegiatan, peserta mengikuti dengan khidmat. Acara ditutup dengan ramah-tamah, pembagian dooprize dan bersalam-salaman.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

Terpopuler

X