Sebagian warganet menyoroti banyaknya sisa makanan yang tidak habis dimakan siswa. Ada pula yang mengusulkan agar siswa membawa pulang makanan yang tidak habis.
Di sisi lain, ada juga yang menilai langkah pemanfaatan sisa makanan sebagai pakan ternak dapat mengurangi limbah makanan. Pendapat lain menyebut bahwa langkah tersebut dapat memberi manfaat tambahan.
Beragam komentar terus muncul di unggahan tersebut. Diskusi warganet berfokus pada cara pengelolaan sisa makanan dalam program MBG.
Program MBG sendiri bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa. Dengan kembalinya menu basah, distribusi makanan kembali menggunakan ompreng seperti sebelum Ramadan.
Peristiwa ini menambah perhatian terhadap pelaksanaan program tersebut di lapangan. Terutama terkait pengelolaan makanan yang tidak habis dikonsumsi oleh siswa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Di Tengah Sorotan Kualitas MBG, Kepala BGN Tantang Menu Bintang 5 Harga Rp10 Ribu
Kontroversi Nilai Gizi MBG Ramadhan, Angka Protein Dimsum Dipertanyakan hingga Viral di Media Sosial
Buntut Konten Joget di Dapur MBG, SPPG Milik Hendrik Irawan Resmi Dihentikan, Ini Tanggapannya...
Kontroversi SPPG Bengkulu Makin Panas, Wehelmi Ade Tarigan Balas Kritik Netizen soal Joget Rp6 Juta dan Dampak MBG
Rakortas Bersama Presiden Prabowo Putuskan MBG 6 Hari untuk Daerah 3T, Fokus Percepatan Penurunan Stunting