Minggu, 19 Juli 2026

Kontroversi Nilai Gizi MBG Ramadhan, Angka Protein Dimsum Dipertanyakan hingga Viral di Media Sosial

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 26 Maret 2026 | 21:30 WIB
MBG. (Dok. BRI)
MBG. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan selama Ramadan kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan tertuju pada informasi nilai gizi yang disertakan dalam paket makanan tersebut.

Perbincangan muncul setelah seorang konten kreator yang fokus pada isu gizi mengunggah video ulasan. Dalam video tersebut, ia membahas tabel nilai gizi dari menu MBG yang dibagikan pada 9 Maret 2026. Unggahan itu kemudian menyebar luas di media sosial.

Konten kreator dengan akun @hannagizii menunjukkan rincian informasi yang tertera pada lembar kertas dalam paket makanan. Namun, tidak diketahui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mana yang bertanggung jawab atas distribusi menu tersebut.

Baca Juga: Di Tengah Sorotan Kualitas MBG, Kepala BGN Tantang Menu Bintang 5 Harga Rp10 Ribu

Dalam videonya, ia menyoroti potensi kesalahan dalam penyajian data. Ia meminta agar penyusunan tabel dilakukan dengan lebih jelas agar tidak menimbulkan tafsir berbeda di kalangan penerima.

“Siapapun yang membuat secarik kertas ini, tolong buat dengan hati yang tulus. Bayangin kamu pembaca yang membaca tabel informasi tabel nilai gizi itu,” ungkap Hanna dalam unggahan videonya, dikutip pada Rabu, 25 Maret 2026.

Ia kemudian mencontohkan salah satu menu yang terdapat dalam paket MBG, yaitu dimsum. Menurutnya, angka kandungan protein yang tercantum dapat menimbulkan kesalahpahaman jika tidak dijelaskan secara rinci.

Baca Juga: Fakta Terbaru Pria Viral Joget di MBG, Punya 7 Dapur SPPG tapi Baru 1 Berjalan, BGN Tegaskan Ini Bukan Bisnis

Dalam penjelasannya, ia menduga angka protein yang tertulis merupakan akumulasi dari seluruh makanan dalam satu paket. Namun, cara penulisan tabel membuat seolah-olah angka tersebut hanya merujuk pada satu jenis makanan.

“Cara buat tabelnya ini bikin pembaca misinterpretasi, mereka kira satu dimsum itu 20 sekian gram protein, kan nggak mungkin,” terangnya.

Selama Ramadan, menu MBG disesuaikan dengan jenis makanan yang dapat dikonsumsi saat berbuka. Makanan yang dibagikan umumnya berupa menu kering yang tahan disimpan hingga waktu berbuka puasa.

Setiap paket makanan juga dilengkapi informasi nilai gizi dan harga. Langkah ini mulai diterapkan setelah muncul kritik di media sosial terkait kesesuaian antara porsi makanan dengan anggaran yang disebutkan, yaitu Rp8.000 hingga Rp10.000.

Penyajian data gizi dalam setiap paket menjadi bagian dari transparansi program. Namun, cara penyusunan informasi tersebut kini menjadi perhatian setelah munculnya potensi salah tafsir di kalangan penerima manfaat.

Di sisi lain, kebutuhan protein harian anak berbeda sesuai usia. Anak usia 4 hingga 6 tahun membutuhkan sekitar 25 gram protein per hari. Sementara anak usia 7 hingga 9 tahun memerlukan sekitar 40 gram protein.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X