SketsaNusantara.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menggunakan menu basah setelah sebelumnya menyajikan makanan kering selama Ramadan dan libur Lebaran. Sejak 31 Maret 2026, siswa kembali menerima makanan dalam wadah ompreng di sekolah.
Namun, pelaksanaan program ini kembali menjadi sorotan setelah muncul video viral di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan sisa makanan MBG yang tidak habis dimakan oleh siswa dikumpulkan oleh para guru.
Rekaman itu diunggah melalui akun Instagram @purnamagarage_ dan telah ditonton lebih dari 145 ribu kali. Dalam video tersebut, tampak sejumlah guru mengumpulkan makanan dari ompreng siswa yang tersisa.
Tumpukan ompreng terlihat disusun rapi dan diikat menggunakan tali rafia. Selain itu, terlihat pula sebuah ember besar yang berisi sisa makanan dari para siswa.
Perekam video menjelaskan bahwa makanan tersebut merupakan sisa yang tidak habis dimakan. Ia menyebut bahwa makanan tersebut kemudian dimanfaatkan kembali.
Baca Juga: Tegas! BGN Hentikan Insentif Mitra MBG Jika Fasilitas Tak Layak atau Gagal Operasi
“Keamanan, dewan guru, sebagian lagi pada sibuk MBG. Sisa-sia yang nggak dimakan, maksudnya nggak dimakan utuh, dimakan cuma nggak habis, dimanfaatin seperti ini,” ucap perekam video.
Dalam rekaman tersebut juga terdengar penjelasan dari salah satu guru. Ia menyebut bahwa sisa makanan dikumpulkan agar tidak terbuang percuma.
Menurutnya, makanan yang masih tersisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak bebek. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pemanfaatan kembali makanan yang tidak habis dikonsumsi siswa.
“Ini kan masih sisa nih, jadi dikumpulin daripada dibuang sia-sia, jadi buat ternak bebek,” ucap salah satu guru.
Ia juga menyebut bahwa pemanfaatan tersebut membantu kebutuhan tambahan, termasuk untuk ternak yang dimiliki. Kegiatan ini dilakukan dengan mengumpulkan sisa makanan dari ompreng siswa setiap hari.
Video tersebut kemudian memicu berbagai respons dari warganet. Sejumlah komentar muncul dengan pandangan yang berbeda terhadap kejadian tersebut.
Artikel Terkait
Di Tengah Sorotan Kualitas MBG, Kepala BGN Tantang Menu Bintang 5 Harga Rp10 Ribu
Kontroversi Nilai Gizi MBG Ramadhan, Angka Protein Dimsum Dipertanyakan hingga Viral di Media Sosial
Buntut Konten Joget di Dapur MBG, SPPG Milik Hendrik Irawan Resmi Dihentikan, Ini Tanggapannya...
Kontroversi SPPG Bengkulu Makin Panas, Wehelmi Ade Tarigan Balas Kritik Netizen soal Joget Rp6 Juta dan Dampak MBG
Rakortas Bersama Presiden Prabowo Putuskan MBG 6 Hari untuk Daerah 3T, Fokus Percepatan Penurunan Stunting