Kamis, 4 Juni 2026

Pencarian Korban Tenggelam Asal Cianjur di Pantai Papuma Jember Resmi Dihentikan, Tim SAR Alihkan ke Pemantauan

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Kamis, 2 April 2026 | 11:11 WIB
Prosea pencarian orang hilang di Pantai Papuma. (Dok BPBD Jember)
Prosea pencarian orang hilang di Pantai Papuma. (Dok BPBD Jember)

SketsaNusantara.id – Upaya pencarian intensif terhadap Mohammad Sheva Yusuf (22), wisatawan asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang hilang terseret ombak di Pantai Papuma sejak Sabtu 28 Maret 2026 lalu, akhirnya memasuki babak baru.

Setelah lima hari penyisiran tanpa hasil, tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian aktif pada Kamis, 2 April 2026.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh dan koordinasi ketat dengan Basarnas serta unsur terkait lainnya. Meski operasi besar-besaran dihentikan, pihaknya tidak lantas lepas tangan.

Baca Juga: Pohon Trembesi Tua Tumbang hingga Tutupi Jalan, BPBD Jember Lakukan Pembersihan

"Sesuai prosedur dan hasil kesepakatan bersama Tim SAR Gabungan, per pukul 16.00 WIB hari ini, operasi pencarian resmi kami hentikan. Namun, kami akan melanjutkan dengan fase pemantauan selama dua hari ke depan," ujar Edy Budi Susilo saat dikonfirmasi mengenai progres di lapangan.

Insiden memilukan ini bermula saat korban bersama dua rekannya mengunjungi area tebing di bawah Siti Hinggil pada Sabtu pagi.

Meski area tersebut merupakan zona terlarang bagi pengunjung karena risikonya yang tinggi, ketiganya nekat mendekati bibir pantai untuk berswafoto.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Intai Puncak Mudik, BPBD Jember Ingatkan Para Wisatawan untuk Waspada

Nahas, sekitar pukul 06.47 WIB, ombak besar tiba-tiba menerjang. Dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri, sementara Sheva yang mengenakan baju hitam dan celana abu-abu tersapu arus hingga hilang ditelan ombak.

Selama lima hari operasi, Edy menyebutkan bahwa tim telah mengerahkan segala sumber daya, termasuk pembagian tugas ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).

"Kondisi gelombang di lokasi memang cukup menantang, berkisar antara 1,0 hingga 2,5 meter. Walaupun cuaca terpantau cerah, namun hingga hari kelima, keberadaan korban masih belum bisa terdeteksi," tambah Edy.

Baca Juga: Sungai Pakel Meluap, BPBD Jember Gerak Cepat Tangani Pemukiman Warga yang Terendam Lumpur

Operasi SAR ini melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, mulai dari BPBD Jember, Pos SAR Jember, TNI AL, Polairud, hingga belasan organisasi relawan seperti MDMC, Siluman Rescue, dan Senkom.

Pihak BPBD juga mengimbau kepada para wisatawan yang berkunjung ke kawasan pesisir Jember, untuk selalu mematuhi rambu-rambu peringatan dan tidak memaksakan diri memasuki zona bahaya demi keamanan bersama.***

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X