Minggu, 19 Juli 2026

Srikandi Jalanan Jember Banting Setir Jadi Pengusaha Kuliner Lewat Pelatihan Sushi dan Tepace

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Selasa, 31 Maret 2026 | 13:13 WIB
Pelatihan para ojek online di Jember. (Dok Diskominfo Jember)
Pelatihan para ojek online di Jember. (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id – Semangat kemandirian ekonomi terpancar dari puluhan perempuan di Kabupaten Jember.

Pada Selasa 31 Maret 2026, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember menggelar pelatihan pembuatan kuliner mancanegara, yakni Sushi dan minuman Tepace, bagi kelompok perempuan rentan dan pengemudi ojek online (ojol).

Program bertajuk Cinta Kelompok Rentan ini merupakan inisiasi Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Gus Fawait.

Baca Juga: Pemkab Jember Percepat Pencairan Beasiswa 2026, Gus Fawait Undang Mahasiswa Berkumpul Sabtu Ini

Tujuannya jelas, memutus rantai ketergantungan ekonomi dan mendorong kaum perempuan untuk memiliki penghasilan mandiri.

Sekretaris Dinsos PPPA Jember, Sri Rahayu Wilujeng, menjelaskan bahwa pemilihan menu Sushi (Jepang) dan Tepace (Meksiko) bertujuan untuk memberikan nilai jual yang unik di pasar lokal.

Meski berasal dari luar negeri, resep yang diajarkan telah dimodifikasi agar sesuai dengan bahan baku lokal dan selera masyarakat Jember.

Baca Juga: Akselerasi Layanan Adminduk, Pemkab Jember Rampungkan Ribuan Dokumen Lewat Program Bunga Desaku

"Kami ingin para peserta memiliki produk yang berbeda dan memiliki daya saing tinggi. Adaptasi resep ini penting agar mereka mudah mendapatkan bahan bakunya namun tetap memberikan kesan eksklusif," ujar Sri Rahayu.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang tergabung dalam komunitas Kreatif Berdaya Jember (Kriya) serta para perempuan pengemudi ojol.

Bagi mereka, keterampilan baru ini adalah solusi untuk menjaga dapur tetap mengepul tanpa harus meninggalkan profesi utama.

Baca Juga: Susul Pemprov Jatim, Pemkab Jember Siapkan Skenario Work From Home

Lesly Novitasari, Ketua Kartini Jember yang telah sembilan tahun menjadi driver ojol, menyambut positif kegiatan ini. Menurut dia, fleksibilitas waktu sebagai pengemudi ojol memungkinkan mereka untuk menjalankan bisnis kuliner dari rumah.

"Ini adalah angin segar bagi kami. Keterampilan ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan yang sangat berharga di sela-sela waktu menarik penumpang," kata Lesly.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X