SketsaNusantara.id – Tingginya antusiasme masyarakat dalam berburu peluang karier di era digital saat ini, ternyata menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan.
Menanggapi fenomena tersebut, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember mengeluarkan peringatan keras agar masyarakat lebih jeli dalam memilah informasi lowongan pekerjaan.
Kepala Disnaker Kabupaten Jember, Hadi Mulyono, menegaskan bahwa modus penipuan lowongan kerja (loker) kini semakin beragam. Terutama yang tersebar masif melalui media sosial dan grup percakapan singkat.
Baca Juga: Pemkab Jember Percepat Pencairan Beasiswa 2026, Gus Fawait Undang Mahasiswa Berkumpul Sabtu Ini
"Kami meminta masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran gaji fantastis yang prosesnya terlihat terlalu instan. Pola penipuan biasanya dimulai dengan iming-iming upah tinggi namun syarat masuknya sangat tidak logis," ujar Hadi, Jumat 27 Maret 2026.
Menurut Hadi, ada beberapa indikator utama yang menunjukkan sebuah lowongan bersifat ilegal atau bodong, di antaranya pungutan biaya, identitas perusahaan kabur, dan proses seleksi janggal.
Kadisnaker menegaskan bahwa perusahaan resmi tidak akan pernah meminta uang sepeser pun kepada kandidat, baik untuk biaya administrasi, seragam, maupun akomodasi travel.
Baca Juga: Akselerasi Layanan Adminduk, Pemkab Jember Rampungkan Ribuan Dokumen Lewat Program Bunga Desaku
"Informasi mengenai alamat kantor, situs resmi, dan profil perusahaan tidak jelas atau sulit diverifikasi. Selain itu, penawaran kerja langsung diterima tanpa melalui tahapan wawancara atau tes kompetensi yang standar," katanya
Sebagai bentuk perlindungan, Hadi menyarankan para pencari kerja untuk melakukan cross-check secara mandiri sebelum mengirimkan dokumen pribadi.
“Langkah paling aman adalah dengan memverifikasi keberadaan perusahaan melalui kanal resmi atau datang langsung ke kantor Disnaker,” imbuhnya.
Baca Juga: Susul Pemprov Jatim, Pemkab Jember Siapkan Skenario Work From Home
"Pemerintah telah menyediakan platform ketenagakerjaan yang terintegrasi langsung dengan perusahaan-perusahaan kredibel. Kami ingin memastikan iklim kerja di Jember tetap sehat dan aman dari praktik kriminal yang merugikan masyarakat," tambahnya.
Melalui edukasi ini, Disnaker Jember berharap angka korban penipuan kerja dapat ditekan secara signifikan melalui peningkatan literasi informasi di kalangan tenaga kerja produktif Jember.***
Artikel Terkait
Gus Fawait Tegaskan Larangan Penggunaan Mobil Dinas Milik Pemkab Jember untuk Mudik Lebaran 2026
Pastikan Masyarakat Desa Tahu Banyak Program Strategis Pemkab Jember
Pemkab Jember Siapkan Fasilitas Transportasi Gratis Bagi Pemudik Jelang Lebaran
Tekan Angka Kecelakaan, Pemkab Jember Fasilitasi 516 Warga Lewat Mudik Gratis 2026
Momen Idul Fitri, Pemkab Jember Percepat Pencairan Hak Keuangan Ribuan Pegawai
Pemkab Jember Siagakan Fasilitas Kesehatan Total Selama Musim Libur Lebaran 2026
Pemkab Jember Siagakan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 2026
Susul Pemprov Jatim, Pemkab Jember Siapkan Skenario Work From Home
Akselerasi Layanan Adminduk, Pemkab Jember Rampungkan Ribuan Dokumen Lewat Program Bunga Desaku
Pemkab Jember Percepat Pencairan Beasiswa 2026, Gus Fawait Undang Mahasiswa Berkumpul Sabtu Ini