Kamis, 4 Juni 2026

Optimalkan Bantuan Pangan, Gus Fawait Optimistis Angka Kemiskinan Jember Diprediksi Turun Signifikan

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Jumat, 27 Maret 2026 | 12:28 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait saat melakukan paparan. (Dok Diskominfo Jember)
Bupati Jember Muhammad Fawait saat melakukan paparan. (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus mempererat kolaborasi dengan Bulog untuk menjamin ketahanan pangan warga Jember.

Bupati Jember, Gus Fawait, menghadiri agenda sosialisasi distribusi bantuan pangan periode Februari–Maret 2026 yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha pada Jumat 27 Maret 2026 sore.

Fokus utamanya adalah menyatukan pemahaman teknis mengenai mekanisme penyaluran bantuan, agar berjalan efektif di lapangan.

Baca Juga: Pemkab Jember Percepat Pencairan Beasiswa 2026, Gus Fawait Undang Mahasiswa Berkumpul Sabtu Ini

Gus Fawait memastikan bahwa bantuan pangan dari Presiden Prabowo Subianto akan mulai mengalir ke masyarakat pada akhir Maret ini.

Menariknya, Pemkab Jember berencana menerapkan sistem penandaan khusus pada rumah keluarga penerima manfaat (KPM) guna mempermudah sinkronisasi data dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Berbeda dengan cara konvensional, penanda tersebut didesain khusus untuk menjaga kehormatan warga.

Baca Juga: Akselerasi Layanan Adminduk, Pemkab Jember Rampungkan Ribuan Dokumen Lewat Program Bunga Desaku

"Kami tidak akan menggunakan diksi miskin. Label tersebut cukup bertuliskan Bantuan Pangan yang dilengkapi dengan foto Presiden dan kepala desa setempat," jelas Gus Fawait.

Bupati mengungkapkan fakta menggembirakan bahwa, pertumbuhan jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Jember merupakan yang paling rendah di seluruh Jawa Timur.

"Tren positif ini menjadi indikator kuat bahwa angka kemiskinan di Jember sedang mengalami penurunan yang berarti," imbuhnya.

Baca Juga: Susul Pemprov Jatim, Pemkab Jember Siapkan Skenario Work From Home

Pemerintah daerah kini memasang target ambisius, yakni menekan jumlah penduduk miskin hingga di bawah angka 200.000 jiwa.

Target ini merupakan sejarah baru, mengingat dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah penduduk miskin di Jember belum pernah menyentuh level serendah itu.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X