SketsaNusantara.id – Ketidakpastian global dan krisis energi memunculkan wacana work from home WFH) bagi pekerja baik swasta dan negeri serta Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa.
Namun pada perkembangannya, PJJ akhirnya dibatalkan pemerintah dengan berbagai pertimbangan.
Keputusan pemerintah untuk membatalkan rencana pemberlakuan kembali PJJ secara luas mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan pendidikan.
Baca Juga: Pulang Lebaran Disambut Tumpukan Sampah, Curhatan Perempuan ini Picu Reaksi Warganet
Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret untuk mencegah penurunan standar kualitas akademik atau learning loss yang sempat mengancam generasi muda selama masa pandemi lalu seperti dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
Kehadiran fisik siswa di sekolah kini dipandang bukan sekadar rutinitas, melainkan benteng utama dalam menjaga integritas dan kualitas pendidikan nasional.
Para pakar pendidikan menyebutkan bahwa interaksi langsung di ruang kelas merupakan komponen yang tidak tergantikan oleh teknologi digital manapun.
Baca Juga: Kontroversi Nilai Gizi MBG Ramadhan, Angka Protein Dimsum Dipertanyakan hingga Viral di Media Sosial
Berikut adalah beberapa alasan mengapa pembatalan PJJ dianggap sebagai langkah tepat.
Bahwa dalam skema tatap muka, guru dapat memantau secara langsung pemahaman siswa terhadap materi, sehingga intervensi pendidikan bisa dilakukan seketika jika terjadi kesulitan belajar.
Sekolah juga dianggap berfungsi sebagai ekosistem sosial dimana disanalah siswa belajar tentang disiplin waktu, etika berkomunikasi, dan kerja sama tim yang sulit diakomodasi sepenuhnya melalui layar gawai.
PJJ sendiri selama ini seringkali dianggap memperlebar kesenjangan antara siswa yang memiliki fasilitas teknologi mumpuni dengan mereka yang berada di wilayah minim infrastruktur digital.
Data pendidikan selama pandemi beberapa tahun yang lalu, menunjukkan bahwa selama periode PJJ yang panjang, terjadi gejala degradasi kualitas pendidikan di mana kemampuan literasi dan numerasi siswa cenderung stagnan atau bahkan menurun.
Artikel Terkait
Profil Yudi Abrimantyo, Kabais TNI yang Mundur Buntut Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Pendidikan hingga Karier
Pemotor Asal Brebes Meninggal Dunia Usai Menabrak Tiang dan Pagar saat Menghindari Kejaran Polisi di Pacitan
Aduan THR 2026 Masih Tinggi, Kemnaker Minta Pengawas Bergerak Cepat Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi
Akselerasi Layanan Adminduk, Pemkab Jember Rampungkan Ribuan Dokumen Lewat Program Bunga Desaku
Ketua Komisi C DPRD Jember Sebut Keberadaan Program Bunga Desaku Sesuai dengan Misi Presiden RI Prabowo Subianto