Kamis, 4 Juni 2026

Cegah Learning Loss Seperti Saat Pandemi, Ini Alasan Pemerintah Urungkan Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Siswa Ditengah Krisis Energi Global

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Jumat, 27 Maret 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi siswa belajar di kelas (pgsd.almaata.ac.id)
Ilustrasi siswa belajar di kelas (pgsd.almaata.ac.id)

SketsaNusantara.id – Ketidakpastian global dan krisis energi memunculkan wacana work from home WFH) bagi pekerja baik swasta dan negeri serta Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa.

Namun pada perkembangannya, PJJ akhirnya dibatalkan pemerintah dengan berbagai pertimbangan.

Keputusan pemerintah untuk membatalkan rencana pemberlakuan kembali PJJ secara luas mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan pendidikan.

Baca Juga: Pulang Lebaran Disambut Tumpukan Sampah, Curhatan Perempuan ini Picu Reaksi Warganet

Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret untuk mencegah penurunan standar kualitas akademik atau learning loss yang sempat mengancam generasi muda selama masa pandemi lalu seperti dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Kehadiran fisik siswa di sekolah kini dipandang bukan sekadar rutinitas, melainkan benteng utama dalam menjaga integritas dan kualitas pendidikan nasional.

Para pakar pendidikan menyebutkan bahwa interaksi langsung di ruang kelas merupakan komponen yang tidak tergantikan oleh teknologi digital manapun. 

Baca Juga: Kontroversi Nilai Gizi MBG Ramadhan, Angka Protein Dimsum Dipertanyakan hingga Viral di Media Sosial

Berikut adalah beberapa alasan mengapa pembatalan PJJ dianggap sebagai langkah tepat.

Bahwa dalam skema tatap muka, guru dapat memantau secara langsung pemahaman siswa terhadap materi, sehingga intervensi pendidikan bisa dilakukan seketika jika terjadi kesulitan belajar.

Sekolah juga dianggap berfungsi sebagai ekosistem sosial dimana disanalah siswa belajar tentang disiplin waktu, etika berkomunikasi, dan kerja sama tim yang sulit diakomodasi sepenuhnya melalui layar gawai.

Baca Juga: Konten Joget Berujung Sanksi, SPPG Pangauban Disetop Sementara, Hendrik Ungkap 150 Relawan Gagal Kerja

PJJ sendiri selama ini seringkali dianggap memperlebar kesenjangan antara siswa yang memiliki fasilitas teknologi mumpuni dengan mereka yang berada di wilayah minim infrastruktur digital.

Data pendidikan selama pandemi beberapa tahun yang lalu, menunjukkan bahwa selama periode PJJ yang panjang, terjadi gejala degradasi kualitas pendidikan di mana kemampuan literasi dan numerasi siswa cenderung stagnan atau bahkan menurun.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X