SketsaNusantara.id - Ledakan yang terjadi di Masjid Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember menyita perhatian publik.
Ledakan misterius tersebut terjadi saat jemaah sedang menggelar sholat tarawih pada Senin malam, 16 Maret 2026.
Saat ini, peristiwa tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian setempat.
Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma yang mendatangi langsung lokasi kejadian mengungkapkan sejumlah fakta.
Salah satunya kerusakan yang ditimbulkan hingga dugaan sementara penyebab ledakan tersebut.
Dan berikut ini deretan fakta terkini peristiwa ledakan di masjid Pesona Regency, Patrang, Jember yang berhasil dihimpun tim redaksi SketsaNusantara.id.
1. Kronologi
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, di tengah pelaksanaan sholat tarawih.
Dikutip dari akun Facebook Berita Kediri, jemaah yang sedang sholat tarawih bergegas keluar dari masjid usai mendengar suara ledakan.
Warga pun segera melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian yang langsung menuju lokasi kejadian.
Baca Juga: Lansia Hilang di Sungai Bedadung, Tim SAR Gabungan Jember Perluas Pencarian
2. Suara Ledakan Sangat Kencang
Artikel Terkait
Dibayar Berapa? Sindiran Dennis Lim untuk Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM, Ingatkan soal Kematian hingga Pengadilan Allah di Akhirat
Dugaan Transaksi Tramadol di Tanah Abang Jaktim, Habiburrokhman: Saya Sudah Menelepon Kapolda Metro Jaya
Aksi Donor Darah Ramadhan di Kalisat Jember Pecahkan Rekor, PMI Berhasil Himpun 81 Kantong dari 107 Pendaftar
Analisis CCTV, Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Sudah Membuntuti Korban
Surat Terbuka Sudjiwo Tejo untuk Presiden, Sebut Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Sebagai Pembungkaman Kritik, Singgung Keamanan Rakyat
Guru Semarang Ungkap Pengalaman saat MBG Terlambat, Video Curhatan Soal Tugas Tambahan Viral di Instagram
Status WhatsApp Petugas SPPG di Purbalingga Jadi Sorotan, Kata ‘Rakyat Jelata’ Picu Protes Warganet
Viral Paket MBG Rapel 4 Hari di Sleman, Isi Menu Ayam, Jeruk, dan Roti Rp32 Ribu hingga Rp40 Ribu Diperdebatkan