Setelah melakukan penyelidkan awal, Polres Jember segera memberlakukan status quo paramter.
Polres Jember juga segera memasng garis polisi dan menghimbau warga untuk tidak mendekati TKP.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi,” ujar Angga.
Dalam keterangan resminya, AKP Angga juga mengungkapkan saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab ledakan tersebut.
“Kita belum bisa menyimpulkan (penyebab ledakan), karena masih awal,” ujarnya kepada awak media.
Selanjutnya, Polres Jember akan melakukan olah TKP lanjutan dan sterilisasi pada Selasa, 17 Maret 2026.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Dibayar Berapa? Sindiran Dennis Lim untuk Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM, Ingatkan soal Kematian hingga Pengadilan Allah di Akhirat
Dugaan Transaksi Tramadol di Tanah Abang Jaktim, Habiburrokhman: Saya Sudah Menelepon Kapolda Metro Jaya
Aksi Donor Darah Ramadhan di Kalisat Jember Pecahkan Rekor, PMI Berhasil Himpun 81 Kantong dari 107 Pendaftar
Analisis CCTV, Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Sudah Membuntuti Korban
Surat Terbuka Sudjiwo Tejo untuk Presiden, Sebut Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Sebagai Pembungkaman Kritik, Singgung Keamanan Rakyat
Guru Semarang Ungkap Pengalaman saat MBG Terlambat, Video Curhatan Soal Tugas Tambahan Viral di Instagram
Status WhatsApp Petugas SPPG di Purbalingga Jadi Sorotan, Kata ‘Rakyat Jelata’ Picu Protes Warganet
Viral Paket MBG Rapel 4 Hari di Sleman, Isi Menu Ayam, Jeruk, dan Roti Rp32 Ribu hingga Rp40 Ribu Diperdebatkan