Ia menyebut kegiatan berbagi makanan berbuka puasa tidak hanya menjadi rutinitas tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
"Harapannya, melalui momen ini kita bisa merajut tali silaturahmi antar elemen masyarakat agar terus bersinergi. Apalagi di tengah isu konflik global saat ini, kita harus memulai dari langkah kecil seperti ini di tingkat lokal. Jika tidak dimulai sekarang, tidak akan ada perubahan besar di masa depan," tegas Haji Muklas.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah desa menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga solidaritas warga. Kolaborasi tersebut juga memperlihatkan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan sosial.
Kegiatan pembagian takjil berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa. Seluruh paket yang disiapkan panitia akhirnya habis dibagikan kepada warga.
Aksi sosial tersebut meninggalkan kesan tersendiri bagi masyarakat yang melintas di lokasi kegiatan. Pembagian takjil itu juga menjadi bagian dari kegiatan Ramadhan yang melibatkan banyak unsur masyarakat di Desa Kepanjen.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Estafet Kepemimpinan KSR PMI Jember Berganti, Haidar Al Rafif Siap Jalankan Misi Kemanusiaan Lebih Progresif
Bulan Puasa Baru Sepekan, PMI Jember Pastikan Stok Darah Aman, 1.635 Kantong Siap Layani Kebutuhan Medis
Donor Darah Malam Ramadhan di Kecamatan Jenggawah, PMI Jember Himpun 43 Kantong dari Warga Delapan Desa
45 KK Terdampak Banjir Sungai Dinoyo, PMI Jember dan BPBD Suplai Air Bersih serta Lakukan Normalisasi Sumur
Sumur Warga Desa Gugut Jember Keruh dan Berbau Usai Banjir Sungai Dinoyo, PMI Lakukan Normalisasi dan Distribusi Air Bersih