Kamis, 4 Juni 2026

Heboh MBG di MIN Ngali Bima Dibuang ke Sampah karena Diduga Basi, Ini Penjelasan Resmi SPPG Belo yang Bikin Publik Bertanya

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 5 Maret 2026 | 17:30 WIB
Ilustrasi MBG. (Pexels/Katerina Holmes)
Ilustrasi MBG. (Pexels/Katerina Holmes)

SketsaNusantara.id - Sebuah video yang memperlihatkan siswa membuang paket Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Rekaman tersebut memicu perhatian publik. Dalam video, terlihat sejumlah siswa melempar kotak makanan ke tumpukan sampah di area sekolah.

Unggahan akun Instagram @mbojoinside pada Kamis, 5 Maret 2026, menyebut paket MBG diduga dalam kondisi basi. Video itu pun beredar luas dan menuai berbagai tanggapan.

Baca Juga: Temuan Belatung pada Puding Program MBG di Lowokwaru, Kepala SPPG Akui Kelalaian Pengolahan

"Diduga basi, paket MBG di Belo Bima dibuang siswa," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Dalam rekaman yang beredar, terdengar suara perekam menyebut makanan tidak bisa dikonsumsi. Ia meminta para siswa membuang paket tersebut karena dianggap sudah rusak.

Kotak makanan yang digunakan berupa kemasan plastik jenis thinwall. Para siswa tampak membuangnya secara bersamaan ke tempat sampah.

Baca Juga: Gus Miftah Blak-blakan soal MBG Program Prabowo, Sebut Pengelolaan yang Bermasalah di Tengah Sorotan 61,2 Juta Penerima

"Ini MBG Belo. Buang-buang ini tak bisa dimakan," ucap seorang dalam video tersebut.

Beberapa siswa lain terdengar menimpali. Mereka menyebut makanan tersebut berbau tidak sedap dan menyatakan sudah basi.

Peristiwa ini kemudian mendapat tanggapan dari pihak Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Lido Kecamatan Belo. Perwakilan SPPG Lido, Nana, membantah tudingan bahwa makanan yang dibagikan dalam kondisi basi.

Menurut Nana, menu yang disalurkan ke MIN Ngali saat itu adalah barongko. Makanan tradisional tersebut berbahan dasar pisang dan memiliki aroma khas.

"Itu bukan basi, tapi aroma pisang dalam barongko. Makanan barongko memang beraroma, beda dengan puding," ucap Nana dalam pernyataannya di Bima, NTB, pada Rabu, 4 Maret 2026.

Nana menjelaskan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke sekolah. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi makanan yang dipersoalkan dalam video tersebut.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X