SketsaNusantara.id – Bulan suci Ramadan dimanfaatkan warga Desa Karang Duren untuk memperkuat aksi sosial melalui kegiatan kemanusiaan. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah donor darah yang digagas oleh komunitas Kampung Donor Karang Duren, Rabu malam 4 Maret 2026.
Kegiatan yang digelar di Balai Desa Karang Duren tersebut berlangsung setelah masyarakat menunaikan salat tarawih. Meski dilaksanakan pada malam hari, minat warga untuk berpartisipasi tetap tinggi. Program ini menjadi bagian dari upaya membantu menjaga ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember selama Ramadhan.
Panitia menghadirkan konsep berbeda agar kegiatan donor darah terasa lebih menarik. Setiap relawan yang berhasil mendonorkan darahnya memperoleh suvenir berupa peralatan rumah tangga sederhana. Hadiah tersebut antara lain sapu, cikrak, cibuk air, tisu, hingga minyak goreng.
Pendekatan ini terbukti efektif menarik minat masyarakat. Dari total 49 orang yang mendaftarkan diri sebagai pendonor, sebanyak 35 orang dinyatakan memenuhi syarat kesehatan setelah melalui proses pemeriksaan atau skrining oleh petugas medis.
Dari jumlah tersebut, terkumpul 35 kantong darah yang kemudian disalurkan ke Unit Donor Darah PMI Kabupaten Jember. Tambahan stok ini dinilai sangat membantu kebutuhan darah rumah sakit di wilayah Jember dan sekitarnya.
Penggerak Kampung Donor Karang Duren, Titin Ariani, mengatakan ide pemberian suvenir peralatan rumah tangga muncul sebagai bentuk penghargaan bagi warga yang telah bersedia menjadi pendonor.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut mampu menciptakan suasana yang lebih hangat sekaligus meningkatkan semangat masyarakat untuk ikut berpartisipasi.
Ia menambahkan, gerakan Kampung Donor Karang Duren selama ini berupaya membangun kesadaran masyarakat bahwa donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang dapat dilakukan secara rutin.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember, Zainollah. Ia menilai kreativitas masyarakat dalam mengemas kegiatan sosial patut diapresiasi.
Menurut Zainollah, inisiatif yang muncul dari tingkat desa sangat penting untuk menjaga keberlangsungan gerakan donor darah di daerah. Terlebih selama Ramadhan, jumlah pendonor biasanya menurun karena sebagian masyarakat memilih beraktivitas terbatas pada siang hari.
“Kami sangat mengapresiasi langkah kreatif masyarakat Karang Duren. Model kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi desa lain agar lebih aktif menggerakkan donor darah berbasis komunitas,” kata Zainollah.
Artikel Terkait
PMI Jember Bergerak Masif Atasi Krisis Air, Dua Desa di Rambipuji Disasar, Ratusan Kepala Keluarga Terbantu
Stok Darah PMI Jember Melimpah Jelang Ramadhan 1447 H, Capai 1.700 Kantong Berkat Strategi Masif dan Suvenir Sembako
Donor Darah Usai Tarawih, PMI Jember Siapkan Ribuan Tumbler Cantik untuk Jaga Stok Darah Selama Ramadhan
KSR PMI Jember Gelar Mustang 2026, Regenerasi Kepemimpinan Demi Relawan Tangguh dan Organisasi yang Lebih Kuat
PMI Jember Gencarkan Donor Darah Malam Hari Selama Ramadhan, 171 Kantong Terkumpul dalam Semalam