Minggu, 19 Juli 2026

Inflasi Jember Tembus 4,86 Persen, Biaya Perumahan dan Perawatan Pribadi Jadi Pemicu Utama

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Selasa, 3 Maret 2026 | 18:59 WIB
Ilustrasi perumahan yang menjadi inflasi di Jember. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Ilustrasi perumahan yang menjadi inflasi di Jember. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Tekanan harga konsumen di Kabupaten Jember menunjukkan tren pendakian pada awal 2026. Berdasar laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember pada Selasa 3 Maret 2025, Kabupaten Jember mencatatkan inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 4,86 persen pada Februari 2026.

Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsi, menjelaskan bahwa lonjakan ini terlihat dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang signifikan.

"Tahun lalu, IHK kita berada di level 105,85. Namun pada Februari 2026, angkanya melonjak ke 110,99," ujar Peni.

Baca Juga: Okupansi Hotel berbintang Lesu Jember pada Awal 2026, Non Bintang Justru Menggeliat

Peni menyoroti bahwa kenaikan harga paling tajam terjadi pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang melambung hingga 27,83 persen.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan tekanan besar dengan kenaikan sebesar 17,65 persen.

Secara kumulatif, rincian andil inflasi tahunan di Jember terdiri atas perumahan & energi yang menyumbang andil tertinggi sebesar 2,05 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya yang berkontribusi 1,38 persen, serta makanan, minuman, & tembakau memberikan andil 1,21 persen.

Baca Juga: 45 KK Terdampak Banjir Sungai Dinoyo, PMI Jember dan BPBD Suplai Air Bersih serta Lakukan Normalisasi Sumur

“Sepanjang Februari 2026, beberapa komoditas menjadi aktor utama di balik naiknya biaya hidup masyarakat Jember,” imbuhnya.

Peni menyebutkan tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, beras, dan cabai rawit sebagai penyumbang inflasi yang dominan.

"Untuk inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 1,14 persen, pemicu utamanya adalah cabai rawit, emas perhiasan, serta bahan pangan pokok seperti beras dan telur ayam," tambah Peni.

Baca Juga: 3 SPPG di Jember Kena Suspend Karena Tak Sajikan Menu Ramadhan Sesuai Standar, Gus Fawait: Dukung Keputusan BGN

Di sisi lain, terdapat beberapa sektor yang justru mengalami penurunan harga atau deflasi. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat mengalami deflasi sebesar 1,69 persen.

Beberapa komoditas seperti telepon seluler, bawang putih, cabai merah, dan bensin turut membantu meredam laju inflasi lebih jauh.***

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X