Program ini bertujuan memberikan kesempatan pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang mengalami keterbatasan ekonomi. Banyak dari mereka sebelumnya kesulitan melanjutkan sekolah.
Gagasan Sekolah Rakyat digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sekolah Rakyat menerapkan konsep boarding school. Sistem asrama memungkinkan siswa memperoleh pembinaan akademik dan pendidikan karakter secara terpadu.
Proses penerimaan siswa tidak menggunakan tes akademik. Seleksi dilakukan melalui pemenuhan syarat administratif sesuai ketentuan pemerintah.
Sebagian peserta didik bahkan tercatat pernah putus sekolah. Program ini membuka kesempatan baru bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan.
Mensos mengungkapkan adanya perkembangan positif dari para siswa. Mereka dinilai semakin percaya diri dan mampu mengikuti pelajaran dengan baik.
“Tapi saya mengaku gembira melihat perkembangan siswa yang dinilai semakin percaya diri dan mampu mengikuti pembelajaran dengan baik,” katanya.
Dengan penambahan fasilitas dan tenaga pengajar, pemerintah berharap Sekolah Rakyat semakin optimal. Program ini ditargetkan menjangkau lebih banyak anak dari keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Dimulai Hari yang Sama, Inilah 7 Perbedaan Sekolah Rakyat dengan Sekolah Umum: Mulai dari Fasilitas hingga Kurikulum Pembelajaran Berbeda?
Hari Kedua Sekolah Rakyat, Ribuan Anak dari Keluarga Prasejahtera Nikmati Sekolah Gratis
Pembangunan Sekolah Rakyat di Jember yang Capai 90 Persen Lebih, Gubernur Khofifah: Segera Mulai Beroperasi
Buka MPLS Sekolah Rakyat, Bupati Jember Gus Fawait: Kesiapan Fasilitas Sudah 95 Persen
Kisah Andra, Remaja Tanpa Ayah yang Temukan Harapan Baru Lewat Sekolah Rakyat Asuhan Prabowo Subianto