Kamis, 4 Juni 2026

Program Sekolah Rakyat Dipercepat, Pemerintah Tambah Fasilitas, Bangun Gedung Permanen, dan Rekrut Guru Baru

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:00 WIB
Prabowo saat meninjau Sekolah Rakyat. (Dok. BPMI Setpres)
Prabowo saat meninjau Sekolah Rakyat. (Dok. BPMI Setpres)

SketsaNusantara.id - Program Sekolah Rakyat terus mengalami penguatan dari pemerintah. Penambahan fasilitas dan tenaga pendidik menjadi fokus utama dalam memperluas jangkauan pendidikan bagi keluarga prasejahtera.

Kementerian Sosial memastikan sarana gedung penunjang kegiatan belajar mengajar terus bertambah. Pemerintah juga menyiapkan tenaga pengajar untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa saat ini masih terdapat kekurangan guru di sejumlah wilayah. Pemerintah sedang membahas kebutuhan tambahan tenaga pengajar bersama instansi terkait.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan Terungkap dari Sekolah Rakyat, Hampir Seluruh Siswa Tak Pernah Sikat Gigi sejak Kecil

“Kita masih bahas kebutuhannya bersama teman-teman BKN. Karena memang di beberapa titik masih ada kekurangan guru,” kata Mensos Saifullah pada acara buka puasa bersama di ICE BSD Tangerang, Jumat.

Ia memastikan para guru yang telah mengajar di Sekolah Rakyat sudah melalui proses seleksi ketat. Seluruh tenaga pendidik merupakan guru bersertifikat yang telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru.

Proses seleksi dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Badan Kepegawaian Negara. Kementerian PAN-RB turut terlibat dalam pendampingan proses tersebut.

Baca Juga: Dibahas di Forum JPP, Sekolah Rakyat Program Prabowo Dinilai Mampu Putus Mata Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

“Rata-rata guru masih muda, di bawah 30 tahun, dan memiliki kemampuan mengajar yang memadai. Mereka sudah beradaptasi selama enam bulan terakhir,” katanya.

Selain tenaga pengajar, pemerintah juga mempercepat pembangunan gedung sekolah permanen. Saat ini, proyek tersebut berlangsung di 104 titik di berbagai daerah.

Setiap lokasi dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa. Jenjang pendidikan meliputi tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Selama masa rintisan, kegiatan belajar mengajar memanfaatkan berbagai fasilitas milik pemerintah. Gedung Kementerian Sosial, Kementerian Ketenagakerjaan, balai Diktasmen, serta aset pemerintah daerah digunakan sementara.

Setelah gedung permanen selesai, seluruh siswa akan dipindahkan ke fasilitas yang lebih lengkap. Sarana tersebut mencakup ruang kelas, asrama, perpustakaan, laboratorium, aula, dan fasilitas ekstrakurikuler.

Mensos menjelaskan, siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga prasejahtera. Sasaran utama adalah kelompok desil satu dan dua, termasuk kategori miskin dan miskin ekstrem.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X