SketsaNusantara.id - Program Sekolah Rakyat terus mengalami penguatan dari pemerintah. Penambahan fasilitas dan tenaga pendidik menjadi fokus utama dalam memperluas jangkauan pendidikan bagi keluarga prasejahtera.
Kementerian Sosial memastikan sarana gedung penunjang kegiatan belajar mengajar terus bertambah. Pemerintah juga menyiapkan tenaga pengajar untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa saat ini masih terdapat kekurangan guru di sejumlah wilayah. Pemerintah sedang membahas kebutuhan tambahan tenaga pengajar bersama instansi terkait.
“Kita masih bahas kebutuhannya bersama teman-teman BKN. Karena memang di beberapa titik masih ada kekurangan guru,” kata Mensos Saifullah pada acara buka puasa bersama di ICE BSD Tangerang, Jumat.
Ia memastikan para guru yang telah mengajar di Sekolah Rakyat sudah melalui proses seleksi ketat. Seluruh tenaga pendidik merupakan guru bersertifikat yang telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru.
Proses seleksi dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Badan Kepegawaian Negara. Kementerian PAN-RB turut terlibat dalam pendampingan proses tersebut.
“Rata-rata guru masih muda, di bawah 30 tahun, dan memiliki kemampuan mengajar yang memadai. Mereka sudah beradaptasi selama enam bulan terakhir,” katanya.
Selain tenaga pengajar, pemerintah juga mempercepat pembangunan gedung sekolah permanen. Saat ini, proyek tersebut berlangsung di 104 titik di berbagai daerah.
Setiap lokasi dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa. Jenjang pendidikan meliputi tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Selama masa rintisan, kegiatan belajar mengajar memanfaatkan berbagai fasilitas milik pemerintah. Gedung Kementerian Sosial, Kementerian Ketenagakerjaan, balai Diktasmen, serta aset pemerintah daerah digunakan sementara.
Setelah gedung permanen selesai, seluruh siswa akan dipindahkan ke fasilitas yang lebih lengkap. Sarana tersebut mencakup ruang kelas, asrama, perpustakaan, laboratorium, aula, dan fasilitas ekstrakurikuler.
Mensos menjelaskan, siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga prasejahtera. Sasaran utama adalah kelompok desil satu dan dua, termasuk kategori miskin dan miskin ekstrem.
Artikel Terkait
Dimulai Hari yang Sama, Inilah 7 Perbedaan Sekolah Rakyat dengan Sekolah Umum: Mulai dari Fasilitas hingga Kurikulum Pembelajaran Berbeda?
Hari Kedua Sekolah Rakyat, Ribuan Anak dari Keluarga Prasejahtera Nikmati Sekolah Gratis
Pembangunan Sekolah Rakyat di Jember yang Capai 90 Persen Lebih, Gubernur Khofifah: Segera Mulai Beroperasi
Buka MPLS Sekolah Rakyat, Bupati Jember Gus Fawait: Kesiapan Fasilitas Sudah 95 Persen
Kisah Andra, Remaja Tanpa Ayah yang Temukan Harapan Baru Lewat Sekolah Rakyat Asuhan Prabowo Subianto