Minggu, 19 Juli 2026

Fakta Mengejutkan Terungkap dari Sekolah Rakyat, Hampir Seluruh Siswa Tak Pernah Sikat Gigi sejak Kecil

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 22 Januari 2026 | 06:00 WIB
Sekjen Kemensos Robben Rico ungkap fakta soal masalah kesehatan anak-anak saat proses awal Sekolah Rakyat. (Dok. Promedia)
Sekjen Kemensos Robben Rico ungkap fakta soal masalah kesehatan anak-anak saat proses awal Sekolah Rakyat. (Dok. Promedia)

SketsaNusantara.id - Program Sekolah Rakyat yang dijalankan Kementerian Sosial menjadi upaya membuka akses pendidikan layak bagi keluarga miskin. Program ini diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau kelompok miskin dan miskin ekstrem.

Sekolah Rakyat dirancang bukan hanya sebagai sarana pendidikan formal. Program ini juga menjadi pintu masuk untuk melihat kondisi dasar kehidupan anak-anak dari keluarga kurang mampu di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat justru mengungkap persoalan lain yang selama ini tersembunyi. Masalah tersebut berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan para siswa sejak awal masuk program.

Baca Juga: Dibahas di Forum JPP, Sekolah Rakyat Program Prabowo Dinilai Mampu Putus Mata Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Temuan ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico. Ia memaparkan hasil awal pelaksanaan Sekolah Rakyat dalam forum diskusi Jaringan Pemred Promedia pada Selasa, 20 November 2026.

Rico menjelaskan bahwa setiap anak yang diterima selalu menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan ini dilakukan sebelum siswa tinggal di asrama Sekolah Rakyat.

“Saat mereka masuk pertama kali tanggal 14 Juli 2025, dari kelahiran Sekolah Rakyat, kami melakukan proses cek kesehatan siswa,” ucap Rico.

Baca Juga: Peresmian 166 Sekolah Rakyat Serentak, Prabowo Tegaskan Misi Putus Rantai Kemiskinan dan Persempit Kesenjangan Akses Pendidikan

Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan kondisi yang tidak terduga. Berdasarkan profil kesehatan awal, hampir seluruh siswa tidak memiliki kebiasaan menjaga kesehatan gigi.

“Ternyata hasilnya cukup mencengangkan. Hasil profil kesehatan mereka, hampir 100 persen semuanya tidak pernah sikat gigi,” imbuhnya.

Dari 7.409 anak yang diperiksa, hampir separuh mengalami masalah gigi. Data menunjukkan 49 persen siswa memiliki keluhan kesehatan gigi yang cukup serius.

Selain gigi, berbagai gangguan kesehatan lain juga ditemukan. Beberapa siswa terdeteksi mengalami anemia dan kekurangan gizi. Penyakit lain seperti tuberkulosis dan hepatitis juga ditemukan dalam pemeriksaan awal.

Konsep Sekolah Rakyat yang menggunakan sistem asrama membuat kondisi kesehatan menjadi perhatian utama. Anak-anak akan tinggal bersama selama 24 jam dalam satu lingkungan.

Karena itu, Kemensos memastikan penyakit yang berpotensi menular harus ditangani lebih dulu. Penanganan dilakukan sebelum siswa benar-benar tinggal di asrama.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X