SketsaNusantara.id - Sekolah Rakyat (SR) memasuki hari kedua digelar di Jawa Timur pada Selasa, 15 Juli 2025.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lebih dulu berkunjung dan menyapa para siswa pada hari pertama masuk Sekolah Rakyat (SR) jenjang SMP dan SMA di Kota Probolinggo pada Senin, 14 Juli.
Bertempat di Dusun Sederhana, Kota Probolinggo Khofifah bertemu dengan sebanyak 100 siswa dari keluarga prasejahtera mulai bersekolah.
Gubernur Khofifah menegaskan, ada sejumlah 12 lokasi sekolah rakyat yang memulai operasional hari pertama di Jatim.
"Total ada sebanyak 1.183 siswa yang hari ini memulai pembelajaran di sekolah rakyat Jawa Timur mulai jenjang SD, SMP dan SMA," kata Khofifah.
Para orang tua juga turut hadir dan diberi kesempatan untuk melihat langsung fasilitas sekolah serta berinteraksi dengan tenaga pengajar. Hal ini penting karena konsep sekolah rakyat adalah boarding school, para siswa wajib tinggal dalam asrama.
Baca Juga: Dispora dan KONI Gelar Evaluasi Porprov Jatim 2025, Bonus Tunggu SK Bupati Jember
Selain itu, para siswa dan keluarga juga turut didampingi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping sosial, serta Jatim Social Care.
Tak hanya itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Sosial RI juga telah menyiapkan beragam perangkat pendukung kegiatan belajar-mengajar. Mulai buku pintar SR, buku siswa, panduan pelaksanaan MPLS, hingga modul pembelajaran khusus.
Menurut Khofifah, metode paling ampuh untuk menghentikan siklus kemiskinan adalah melalui pendidikan dan proses belajar di sekolah.
"Dalam konteks strategis jangka panjang untuk mengatasi kemiskinan, penguatan sumber daya manusia setiap anggota keluarga adalah langkah awal yang perlu diambil. Sekolah Rakyat merupakan bagian dari solusi tersebut,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan siswa. Setiap anak akan mendapatkan layanan komprehensif, termasuk makanan sebanyak tiga kali sehari, perlengkapan mandi, dan kebutuhan pribadi lainnya secara gratis. Tujuannya supaya siswa dapat belajar dengan nyaman tanpa harus memikirkan masalah logistik.
Artikel Terkait
Dampingi Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur, Khofifah Ajak Warga Jatim Teladani Jejak Humanis Gus Dur
Sempat Mangkir, KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Khofifah Indar Parawansa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokmas APBD Jatim
Seru! Ratusan Anak Yatim dan Disabilitas di Malang Ditraktir Gubernur Jatim Khofifah Beli Peralatan Sekolah
Pemkab Jember Hibahkan 47 Hektare Tanah ke Polda Jatim
Gak Dilarang, Pemprov Jatim Carikan Solusi Usai Ulama Keluarkan Fatwa Haram untuk Sound Horeg, Netizen Ingatkan Undang Undang Terkait Polusi Suara
Momen Evakuasi Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali, Polda Jatim Beberkan Update Terbaru: Jumlah Korban Selamat Bertambah
Berapa Jumlah Korban KMP Tunu Pratama Jaya yang Belum Ditemukan? Gubernur Jatim Berikan Informasi Terkini