Minggu, 19 Juli 2026

Hari Kedua Sekolah Rakyat, Ribuan Anak dari Keluarga Prasejahtera Nikmati Sekolah Gratis

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Selasa, 15 Juli 2025 | 19:42 WIB
Gubernur Khofifah saat menemui ratusan siswa Sekolah Rakyat di Probolinggo. (Dok. Humas Pemrov Jatim)
Gubernur Khofifah saat menemui ratusan siswa Sekolah Rakyat di Probolinggo. (Dok. Humas Pemrov Jatim)

SketsaNusantara.id - Sekolah Rakyat (SR) memasuki hari kedua digelar di Jawa Timur pada Selasa, 15 Juli 2025.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lebih dulu berkunjung dan menyapa para siswa pada hari pertama masuk Sekolah Rakyat (SR) jenjang SMP dan SMA di Kota Probolinggo pada Senin, 14 Juli.

Bertempat di Dusun Sederhana, Kota Probolinggo Khofifah bertemu dengan sebanyak 100 siswa dari keluarga prasejahtera mulai bersekolah.

Baca Juga: 4 Pernyataan Tegas MUI Jatim Terkait Fatwa Sound Horeg: Desak Pemerintah Berikan Sanksi bagi Pelanggar Ketertiban Umum Hingga Penundaan Daftar HaKI

Gubernur Khofifah menegaskan, ada sejumlah 12 lokasi sekolah rakyat yang memulai operasional hari pertama di Jatim.

"Total ada sebanyak 1.183 siswa yang hari ini memulai pembelajaran di sekolah rakyat Jawa Timur mulai jenjang SD, SMP dan SMA," kata Khofifah.

Para orang tua juga turut hadir dan diberi kesempatan untuk melihat langsung fasilitas sekolah serta berinteraksi dengan tenaga pengajar. Hal ini penting karena konsep sekolah rakyat adalah boarding school, para siswa wajib tinggal dalam asrama.

Baca Juga: Dispora dan KONI Gelar Evaluasi Porprov Jatim 2025, Bonus Tunggu SK Bupati Jember

Selain itu, para siswa dan keluarga juga turut didampingi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping sosial, serta Jatim Social Care.

Tak hanya itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Sosial RI juga telah menyiapkan beragam perangkat pendukung kegiatan belajar-mengajar. Mulai buku pintar SR, buku siswa, panduan pelaksanaan MPLS, hingga modul pembelajaran khusus.

Menurut Khofifah, metode paling ampuh untuk menghentikan siklus kemiskinan adalah melalui pendidikan dan proses belajar di sekolah.

Baca Juga: Resmi! MUI Jatim Keluarkan Fatwa Haram Sound Horeg, Larang Penggunaan Audio Sistem Berlebihan yang Punya Banyak Dampak Negatif bagi Masyarakat

"Dalam konteks strategis jangka panjang untuk mengatasi kemiskinan, penguatan sumber daya manusia setiap anggota keluarga adalah langkah awal yang perlu diambil. Sekolah Rakyat merupakan bagian dari solusi tersebut,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan siswa. Setiap anak akan mendapatkan layanan komprehensif, termasuk makanan sebanyak tiga kali sehari, perlengkapan mandi, dan kebutuhan pribadi lainnya secara gratis. Tujuannya supaya siswa dapat belajar dengan nyaman tanpa harus memikirkan masalah logistik.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X