Minggu, 19 Juli 2026

Dampingi Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur, Khofifah Ajak Warga Jatim Teladani Jejak Humanis Gus Dur

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Rabu, 25 Juni 2025 | 21:03 WIB
Gubernur Jatim Khofifah saat menemani Kapolri Listyo Sigit  berziarah ke makam Gus Dur. (Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah saat menemani Kapolri Listyo Sigit berziarah ke makam Gus Dur. (Humas Pemprov Jatim)

SketsaNusantara.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menemani Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk berziarah ke makam Presiden RI keempat, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebu Ireng, Jombang, pada hari Rabu, 25 Juni 2025.

Kegiatan ziarah itu digelar mendekati peringatan Hari Bhayangkara yang ke-79 pada 1 Juli 2025.

Kegiatan tersebut merupakan tradisi yang dilakukan setelah kapolri berziarah ke makam Presiden RI kedua, Soeharto dan Presiden RI ketiga, BJ. Habibie.

Baca Juga: Wapres Gibran Didampingi Khofifah dan Bupati Banyuwangi Tinjau Harga Sembako di Pasar Rogojampi, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil

Setelah tiba di lokasi pemakaman Gus Dur, Gubernur Khofifah bersama Kapolri menabur bunga. Lalu, dilanjutkan dengan doa Bersama.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah secara khusus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menanamkan dan menjaga nilai-nilai toleransi serta pluralisme yang dicontohkan oleh Gus Dur semasa hidup.

Khofifah menekankan bahwa hal itu masih sangat relevan untuk didorong agar Indonesia tetap dalam kondisi damai.

Baca Juga: Perbaiki Infrastruktur Menuju Salah Satu Sekolah dan Ponpes di Probolinggo, Gubernur Khofifah Sebut Itu Bentuk Pelayanan untuk Warga Jatim

“Dulu, Gus Dur selalu menekankan pentingnya menanamkan nilai toleransi dan pluralisme. Melalui ziarah ini, kita diharapkan dapat saling memperkuat diri bahwa kita hidup dalam masyarakat yang beragam. Namun, tetap saling harmonis. Mari kita jadikan teladan untuk memperkuat toleransi demi kesatuan bangsa,” ujar Gubernur Khofifah.

“Siapa pun tahu seberapa kerasnya usaha Gus Dur dalam menghargai perbedaan. Namun, sebenarnya Gus Dur lebih suka dikenal sebagai bapak kemanusiaan daripada bapak pluralisme,” jelasnya.

Sebab, menurut Khofifah, dalam humanisme terdapat pluralism dan Gus Dur dikenang sebagai tokoh kemanusiaan dibandingkan tokoh pluralisme bisa dilihat dari pesan-pesan yang disampaikan sebelum meninggal.

Baca Juga: Peringati Momentum Bulan Bung Karno, Wapres Gibran dan Gubernur Jatim Khofifah Ziarah ke Makam Sang Proklamator

“Kita bisa melihat di makam Gus Dur, batu nisan tertulis 'Here rests a Humanist'” ujarnya.

Selain itu, Khofifah juga menekankan bahwa ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang tahun ini mengangkat tema Polri Presisi: Mendekatkan Diri, Melindungi, dan Mengayomi Masyarakat dengan Hati Nurani.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X