Program ini membuka ruang ekonomi yang stabil dan legal. Struktur sosial desa turut diperkuat. Rasa percaya diri masyarakat tumbuh dalam menentukan arah pembangunan lokal.
Selanjutnya, Program Garitan Kalongliud dijalankan sebagai respons atas krisis akibat banjir dan longsor pada 2020. Bencana tersebut merusak infrastruktur irigasi dan memicu krisis pertanian di Desa Kalongliud.
Melalui model pertanian sirkular terpadu, lahan tidur dipulihkan, efisiensi irigasi ditingkatkan, serta limbah lokal diolah menjadi pupuk organik. Pendapatan kelompok tani meningkat, sementara biaya produksi menurun signifikan.
Wisnu menegaskan bahwa Garitan Kalongliud dirancang sebagai solusi sistemik jangka panjang. Program ini bertujuan membangun ekosistem pertanian desa yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
“Program Garitan Kalongliud merupakan salah satu program inovasi sosial yang telah dijalankan ANTAM sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan Perusahaan yang dilaksanakan secara terintegrasi. Melalui model berbasis ekosistem ini, kami berharap desa mampu membangun ketahanan jangka panjang yang mandiri dan berkelanjutan,” tutup Wisnu.
Bagi ANTAM, keberlanjutan dimaknai sebagai upaya membangun desa yang tangguh. Komitmen jangka panjang tersebut diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Surat Keterangan Emas 1,136 Ton ke Budi Said Ternyata Palsu, PT Antam Ungkap Fakta Mengejutkan di Persidangan
Vonis Makin Berat! Skandal Korupsi Emas Antam Seret Nama Budi Said dan Para Mantan Pejabat
Update Kasus ANTAM! Saksi Kunci Bongkar Rekayasa Kasus Kekurangan Emas Hasil Rekayasa Budi Said
MIND ID Wujudkan Hilirisasi Emas: 125 Kg Emas Batangan Freeport Dikirim ke ANTAM
Profil PT Gag Nikel, Anak Perusahaan PT Antam BUMN yang Kantongi Izin Penambangan Nikel di Raja Ampat