SketsaNusantara.id - Inisiatif strategis terus dijalankan PT ANTAM Tbk untuk memperkuat kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Pongkor. Melalui pendekatan keberlanjutan, berbagai program inovasi sosial digulirkan untuk membangun kemandirian desa.
Komitmen tersebut sejalan dengan penerapan prinsip good mining practice dan operation excellence. ANTAM memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan sesuai regulasi dan mengedepankan prinsip lingkungan, sosial, serta tata kelola atau ESG.
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, ANTAM bersinergi dengan masyarakat sekitar wilayah operasional. Berbagai program inovasi sosial dirancang untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, serta kesejahteraan ekonomi warga.
Sekretaris Perusahaan ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto, menyampaikan bahwa inovasi sosial menjadi upaya perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat. Program dirancang berbasis kebutuhan lokal dan dilaksanakan secara partisipatif.
“Sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi, kami terus berupaya menciptakan berbagai program inovasi sosial yang sesuai dengan kebutuhan. Bersama masyarakat, kami menginisiasi, membuat dan mengimplementasikan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dengan harapan untuk meningkatkan perekonomian,” kata Wisnu.
Program inovasi sosial mencakup pelibatan masyarakat dalam kegiatan lingkungan, pengembangan pertanian terintegrasi, serta pemanfaatan teknologi untuk pelestarian alam. Pendekatan ini bertujuan memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi desa.
Sejak 2025, ANTAM menjalankan sejumlah program di berbagai unit bisnis. Di antaranya Program Garitan Kalongliud yang dikelola Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor, serta Program Aek Kapusa 2 di Kalimantan Barat.
Di wilayah Pongkor, inovasi sosial telah dijalankan selama beberapa tahun. Keberlanjutan dan kemandirian masyarakat menjadi fondasi utama. Program Cikal Tangkal di Desa Bantar Karet menjadi langkah awal pemulihan kawasan dan penguatan kelembagaan.
Program tersebut berfokus pada restorasi lingkungan dan pembangunan kohesi sosial. Kawasan yang sebelumnya rentan diarahkan menjadi lebih tertata dan produktif. Pendekatan kolaboratif diterapkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Penguatan ekonomi lokal dilanjutkan melalui Program Pepeling Cisangku di Desa Malasari. Program ini mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pengembangan usaha berbasis komunitas. Kelompok warga didorong membangun kepemilikan usaha dan memperluas akses pasar.
“Pepeling Cisangku mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi lokal. Pendekatan berbasis komunitas diterapkan untuk membangun kepemilikan usaha, meningkatkan kapasitas kelompok, dan memperkuat akses terhadap pasar,” papar Wisnu.
Pada 2024, ANTAM menjalankan Program Sundung Cisarua di Desa Cisarua. Program ini mengembangkan sistem pertanian dan peternakan terintegrasi. Pemuda, perempuan, dan kelompok rentan dilibatkan secara aktif dalam kegiatan ekonomi produktif.
Artikel Terkait
Surat Keterangan Emas 1,136 Ton ke Budi Said Ternyata Palsu, PT Antam Ungkap Fakta Mengejutkan di Persidangan
Vonis Makin Berat! Skandal Korupsi Emas Antam Seret Nama Budi Said dan Para Mantan Pejabat
Update Kasus ANTAM! Saksi Kunci Bongkar Rekayasa Kasus Kekurangan Emas Hasil Rekayasa Budi Said
MIND ID Wujudkan Hilirisasi Emas: 125 Kg Emas Batangan Freeport Dikirim ke ANTAM
Profil PT Gag Nikel, Anak Perusahaan PT Antam BUMN yang Kantongi Izin Penambangan Nikel di Raja Ampat