SketsaNusantara.id - Harga emas hari ini kembali bergerak naik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada Kamis, 19 Februari 2026, harga emas tercatat di level Rp2.916.000 per gram. Angka ini naik Rp4.000 dibandingkan posisi sehari sebelumnya.
Pergerakan harga emas terus menjadi perhatian pelaku pasar. Ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat turut memengaruhi dinamika harga. Kondisi tersebut membuat emas tetap menjadi aset lindung nilai yang diminati.
Kenaikan harga ini terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap instrumen aman. Emas dinilai mampu menjaga nilai kekayaan saat pasar global bergejolak. Situasi ini mendorong pergerakan harga tetap fluktuatif.
Berdasarkan data dari Logam Mulia, harga emas batangan Antam ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.508.000. Untuk ukuran 1 gram, harga tercatat Rp2.916.000. Sementara itu, emas batangan 2 gram dijual seharga Rp5.772.000.
Pada ukuran 3 gram, harga emas berada di angka Rp8.633.000. Ukuran 5 gram dipatok Rp14.355.000. Untuk emas 10 gram, harga tercatat sebesar Rp28.655.000.
Harga emas ukuran 25 gram berada di level Rp71.512.000. Untuk ukuran 50 gram, harga mencapai Rp142.945.000. Emas batangan 100 gram dijual seharga Rp285.812.000.
Sementara itu, harga emas ukuran 250 gram tercatat Rp714.265.000. Untuk ukuran 500 gram, harga berada di level Rp1.428.320.000. Sedangkan emas batangan 1.000 gram atau 1 kilogram dipatok Rp2.856.600.000.
Seluruh harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan. Pembelian emas batangan dikenakan PPh sebesar 0,25 persen. Ketentuan ini berlaku pada setiap transaksi pembelian emas Antam.
Selain emas batangan, emas per suku juga cukup diminati masyarakat. Konversi nasional menyebutkan satu suku setara dengan 3,75 gram emas. Bentuk ini sering dipilih untuk kebutuhan investasi ritel.
Pada 19 Februari 2026, harga emas 1 suku di Logam Mulia tercatat sekitar Rp10.935.000. Harga ini menyesuaikan pergerakan emas batangan harian. Minat terhadap emas per suku tetap stabil di berbagai daerah.
Kenaikan harga emas mencerminkan respons pasar terhadap kondisi global. Ketegangan geopolitik serta arah kebijakan suku bunga menjadi faktor utama. Situasi ini memicu permintaan terhadap aset aman.
Fluktuasi harga juga dipengaruhi pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Penguatan dolar biasanya menekan harga emas. Sebaliknya, pelemahan dolar cenderung mendorong kenaikan harga emas.
Artikel Terkait
Atta Halilintar Berikan Bonus Rp111 Juta untuk Timnas Futsal Indonesia Usai Raih Medali Emas dalam SEA Games 2025
Apa Itu Musyawarah Ibu Bangsa? Diselenggarakan di Senayan Serukan Suara Perempuan untuk Indonesia Emas 2045
Rekor Baru Emas Nasional! Harga Emas Antam Tembus Rp3 Juta per Gram untuk Pertama Kalinya!
Dari Buruh Cuci ke Emas ASEAN: Begini Kisah Eliana, Atlet NPC Indonesia yang Menang Melawan Takdir
Sapu Bersih Jendi Pangabean! Empat Emas Para Renang ASEAN Para Games 2025 Jadi Bukti Konsistensi Sang Juara