Sebab itu meski posisi di Indonesia semuanya minus 2 derajat, masih tetap berpotensi ada perbedaan sebab menggunakan kriteria global tersebut.
Sebab merujuk pada posisi hilal di belahan bumi barat (seperti Benua Amerika/Alaska) yang waktu magribnya jauh lebih lambat dari Indonesia.
Di sana, posisi hilal mungkin sudah positif dengan elongasi 8 derajat dan mereka menganggap itu berlaku untuk seluruh dunia (Global).
Prinsipnya, jika di satu titik di bumi (mana saja) hilal sudah terlihat atau memenuhi kriteria pada saat matahari terbenam, maka seluruh dunia dianggap sudah masuk tanggal baru, tanpa melihat apakah di wilayah lokal (seperti Indonesia) hilal sudah terbit atau belum.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Masuk Bulan Ramadhan 2026, BGN Tegaskan MBG Bebas UPF dan Makanan Pedas demi Keamanan Gizi Penerima Manfaat
7 Poster Islami Tema Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Desain Menarik tuk Ungkapkan Marhaban ya Ramadhan!
Tak Ada Lagi Sweeping Rumah Makan, Gubernur Pramono Anung dan MUI DKI Jakarta Sepakat Tak Ada Razia Selama Ramadhan
Sidang Isbat Kapan? Berikut Jadwal Kemenag Pantau Hilal di Berbagai Titik Indonesia untuk Tentukan Awal Ramadhan
Beda Namun Miliki Makna Dalam, Warga Banjarnegoro Gelar Tradisi 'Basah-basahan' Ini Untuk Sambut Ramadhan