Ali menambahkan bahwa tugas utama BPJS Kesehatan adalah memastikan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan kualitas tertentu tanpa mengalami kesulitan keuangan. Skema tersebut diterapkan melalui sistem asuransi sosial yang mencakup hampir seluruh penduduk Indonesia.
Menurut data yang disampaikan, jumlah peserta BPJS Kesehatan telah mencapai 283,87 juta orang. Angka tersebut setara dengan lebih dari 98 persen total penduduk Indonesia.
Ali menilai capaian tersebut sebagai prestasi nasional. Ia membandingkan kecepatan Indonesia dengan negara lain dalam membangun sistem asuransi kesehatan nasional.
"Di Jerman saja perlu waktu 127 tahun untuk 85 persen," papar Ali.
"Di Indonesia ini luar biasa, karena dalam 10 tahun bisa mencapai hampir 99 persen penduduk atau 98 persen, lebih dari 98 persen (tercakup BPJS Kesehatan)," tandasnya.
Data tersebut menunjukkan percepatan signifikan dalam cakupan jaminan kesehatan nasional. Pemerintah menargetkan keberlanjutan sistem pembiayaan kesehatan melalui peningkatan kepatuhan iuran dan penguatan layanan di berbagai daerah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Wacana Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan Menguat, Ini Respons Dewan Pengawas
BPJS Kesehatan Akui Tunggakan Peserta Melebihi Rp10 Triliun, Pemerintah Bahas Opsi Pemutihan Total
Siap-Siap! Menteri Purbaya Anggarkan Rp20 T untuk Pemutihan BPJS Kesehatan Kategori Ini, Cek Waktu Berlakunya
Tegaskan Tidak Akan Ada Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Rieke Diah Pitaloka: ‘Ekonomi Kita Sedang Butuh Effort’
Anggaran BPJS Kesehatan Jember Terselamatkan, 12 Ribu Peserta PBPU Nonaktif Segera Dialihkan