“Ini merupakan penguatan kapasitas relawan dan masyarakat agar mampu memberikan bantuan awal secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sebelum layanan kesehatan rujukan tersedia. kami berharap dengan pelatihan ini, relawan PMI Jember bisa mengerti langkah apa yang harus dilakukan saat dilokasi terjadinya bencana,” katanya.
Berdasarkan program school and community resilience, masih ditemukan keterbatasan kapasitas pertolongan pertama di tingkat masyarakat. Kondisi ini menjadi tantangan serius saat bencana terjadi.
Sebagian relawan belum sepenuhnya terlatih dalam prinsip keselamatan penolong dan penilaian korban. Penggunaan alat pertolongan pertama juga masih perlu ditingkatkan.
Teknik evakuasi darurat dalam kondisi sumber daya terbatas turut menjadi perhatian. Pelatihan ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan relawan di tingkat desa.
Melalui pelatihan berkelanjutan, PMI Jember berupaya membangun sistem respons bencana yang lebih tangguh. Kesiapan relawan menjadi kunci keselamatan korban di lapangan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Edukasi Lewat Simulasi Nyata, PMI Jember Tanamkan Kesiapsiagaan Bencana pada Pelajar MTs Miftahul Ulum Gumukmas
21 Siswa PMR Madya SMPN 9 Jember Dapat Pembekalan Pertolongan Pertama di Markas PMI, Fokus Kesiapsiagaan Darurat sejak Usia Sekolah
Ambulan Jenazah PMI Jember Antar Jenazah Dosen UIN KHAS ke Lumajang, Wujud Pelayanan Kemanusiaan untuk Dunia Pendidikan
Semangat Kemanusiaan Warga Sumberbaru, PMI Kecamatan Hasilkan 41 Kantong Darah untuk UDD PMI Jember
Banjir Bandang Seret 120 Meter Pipa Air Pakis, PMI Jember Turun dengan Tandon dan Armada Tangki