Minggu, 19 Juli 2026

Banjir Bandang Seret 120 Meter Pipa Air Pakis, PMI Jember Turun dengan Tandon dan Armada Tangki

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 3 Februari 2026 | 14:45 WIB
PMI Jember siapkan tandon berkapasitas 1100 liter di 3 titik. (Dok. PMI Jember)
PMI Jember siapkan tandon berkapasitas 1100 liter di 3 titik. (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Banjir bandang berdampak serius terhadap akses kebutuhan dasar warga.

Salah satunya adalah terganggunya pasokan air bersih pasca bencana. Kondisi ini dialami warga Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Terjangan banjir bandang menyebabkan saluran air bersih warga terputus. Sebanyak 20 pipa atau sepanjang 120 meter dilaporkan hilang terseret arus. Dampak tersebut memengaruhi sekitar 100 kepala keluarga terdampak bencana.

Pasca kejadian, PMI Kabupaten Jember langsung bergerak ke lokasi. Pada Selasa, 3 Februari 2026, PMI melakukan kaji cepat sekaligus terlibat dalam operasi pencarian korban. Satu warga dilaporkan hanyut terbawa arus banjir.

Baca Juga: Belajar Hadapi Bencana sejak Dini, Siswa SMPN 3 Jember Dibekali Mitigasi dalam Program Duta Siaga Bencana

Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendy, menyampaikan kebutuhan paling mendesak warga.

Hasil assessment menunjukkan air bersih menjadi kebutuhan utama pasca banjir bandang. Kondisi ini terjadi akibat terputusnya jaringan distribusi air ke rumah warga.

“Kami yang mendapat informasi langsung menuju ke lokasi bencana dan dari assessement, warga korban bencana saat ini sangat membutuhkan air bersih,” ujar Ghufron Eviyan Efendy di lokasi bencana.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PMI Jember menyiapkan tandon air bersih. Sebanyak tiga tandon berkapasitas 1.100 liter ditempatkan di titik strategis. Distribusi dilakukan menggunakan satu unit truk PMI Jember.

Baca Juga: Ambulan Jenazah PMI Jember Antar Jenazah Dosen UIN KHAS ke Lumajang, Wujud Pelayanan Kemanusiaan untuk Dunia Pendidikan

Air bersih akan diisi oleh relawan PMI Jember secara berkala. Armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter dikerahkan untuk mendukung suplai air. Distribusi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan harian warga terdampak.

“Sebanyak 3300 liter setiap hari akan kami kirim untuk warg terdampak bencana di desa pakis, kecamatan panti ini sampai saluran air bersih ke rumah rumah warga normal kembali,” tambah Ghufron.

Selain penanganan kebutuhan air, operasi pencarian korban masih berlangsung. Hingga Selasa sore, pencarian satu warga hanyut terus dilakukan. Tim gabungan bekerja menyisir lokasi terdampak banjir bandang.

Tim pencarian melibatkan berbagai unsur terkait. Muspika, Pemerintah Desa Pakis, Basarnas, BPBD, PMI, TNI, dan Polri terlibat langsung. Warga setempat juga ikut membantu proses pencarian.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X