SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember tengah bersiap meluncurkan inisiatif lingkungan skala besar bertajuk Gerakan Pemkab Peduli Pantai. Rencananya, kegiatan itu digelar serentak pada Sabtu, 7 Februari 2026 mendatang.
Aksi ini merupakan respons cepat daerah atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Tepatnya, saat Prabowo mengundang kepala daerah dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 yang salah satunya membahas terkait dengan urgensi pelestarian wilayah pesisir.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Jember, Bobby Arie Sandy, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial bersih-bersih sampah, melainkan langkah konkret dalam menjaga estetika dan ekosistem wisata bahari Jember.
Baca Juga: Tekan Pengangguran, Pemkab Jember Targetkan 1000 PMI Terlatih Berangkat di 2026
"Kami telah memetakan titik-titik lokus di sepanjang garis pantai selatan. Mulai Kecamatan Tempurejo hingga Kencong. Fokus kami adalah memastikan kawasan wisata tetap asri dan memiliki sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan," ujar Bobby saat memberikan keterangan terkait persiapan teknis acara pada, Kamis 5 Februari 2026.
Sebanyak 2.000 personel gabungan akan diterjunkan dalam aksi ini. Bahkan, Bupati Jember, Gus Fawait, bakal memimpin langsung kegiatan tersebut.
Bobby menjelaskan bahwa kekuatan personel akan berasal dari berbagai elemen, termasuk TNI (Kodim 0824), Polri (Polres Jember), Satpol PP, Dishub, serta dukungan peralatan taktis dari BPBD.
Baca Juga: Sasar Kawasan Segitiga Emas, Satgas Tata Ruang Pemkab Jember Tertibkan Reklame Bodong
Selain aparat, keterlibatan aktif generasi muda menjadi poin penting. Siswa SMP, SMA, dan anggota Pramuka akan turut serta menyisir pantai. Untuk mendukung logistik di lapangan, Dinas Sosial pun telah menyiapkan tim relawan dan dapur umum.
Berbeda dengan aksi kebersihan sebelumnya, gerakan kali ini memperkenalkan metode pengolahan sampah yang tuntas di lokasi. Bobby menekankan bahwa sampah tidak hanya dikumpulkan, tetapi langsung dipilah berdasarkan jenisnya.
"Untuk sampah organik, akan dikelola melalui sistem joglangan di lokasi wisata untuk diubah menjadi pupuk kompos, sementara untuk sampah non-organik, plastik dan material serupa akan diangkut untuk masuk ke jalur pemrosesan lebih lanjut," imbuhnya.
Baca Juga: Pemkab Jember Tindak Tegas Menu Makanan Tak Layak di Program Makan Bergizi Gratis
Sementara untuk sampah residu, akan menjadi satu-satunya bagian yang akan diteruskan ke pembuangan akhir.
"Ini adalah kick-off bagi pengelolaan sampah yang menyeluruh di Jember. Kami ingin menciptakan budaya baru di mana kawasan wisata bebas dari limbah, sehingga daya tarik pariwisata kita semakin meningkat di mata wisatawan," pungkas Bobby.***
Artikel Terkait
Pemkab Jember Resmi Perpanjang Kerjasama dengan Maskapai Fly Jaya, Gus Fawait: Direncanakan Ada Penambahan Jadwal Penerbangan
Apresiasi Kebijakan Pemkab Jember, Wisatawan Asal Lumajang Sebut Masih Banyak yang Harus Dikembangkan
Pemkab Jember Luncurkan Program Peta Cinta, DPC PKB Jember: Ini Langkah Baik untuk Mendekatkan Pelayanan Adminduk ke Masyarakat
Sinergi Pemkab Jember dengan BKN, Bupati Gus Fawait Tegaskan Komitmen Pengangkatan PPPK
Gandeng Pemkab Jember, Kepala BKN Prof Zudan Ingatkan ASN Fokus Pastikan Kesejahteraan Rakyat
Pemkab Jember Luncurkan Gerakan 1.200 Nakes, Akhiri Ego Sektoral Demi Tekan Stunting dan AKI-AKB
Tembus 11 Ribu Aduan, Pemkab Jember Sebut Permintaan Perbaikan Jalan yang Mendominasi
Pemkab Jember Tindak Tegas Menu Makanan Tak Layak di Program Makan Bergizi Gratis
Sasar Kawasan Segitiga Emas, Satgas Tata Ruang Pemkab Jember Tertibkan Reklame Bodong
Tekan Pengangguran, Pemkab Jember Targetkan 1000 PMI Terlatih Berangkat di 2026