SketsaNusantara.id – Di tengah tekanan global, kini nilai tukar rupiah sempat menyentuh level psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespon nilai tukar rupiah pada level tersebut.
Purbaya tetap memberikan sinyal positif bagi pasar keuangan domestik meski berada di level yang cukup rendah.
Ia meyakini bahwa pelemahan ini bersifat sementara dan rupiah akan segera berbalik menguat secara perlahan.
Menurutnya tidak ada alasan bagi nilai tukar rupiah untuk memburuk apabila perbaikan dan roda ekonomi nasional berjalan dengan baik.
Optimisme ini didasari oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kokoh di tengah volatilitas pasar global pada Januari 2026.
Salah satu alasan utama di balik keyakinan Purbaya adalah derasnya aliran modal asing atau capital inflow yang masuk ke pasar modal Indonesia.
Ia menunjuk performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru berhasil mencetak rekor tertinggi (All-Time High) di tengah pelemahan mata uang.
Untuk itu Purbaya optimis bahwa rupiah akan mulai menguat dalam 2 pekan ke depan.
"IHSG kita tembus rekor. Tidak mungkin indeks naik setinggi itu tanpa ada aliran modal asing yang masuk," ungkap Purbaya dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
Artikel Terkait
Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Pengalaman Ekstrem 5 Hari Tanpa Tidur sebagai Insinyur Lapangan sebelum Kariernya Berubah Total ke Ekonomi
Menkeu Purbaya Sebut Banyak Pengusaha Balpres Tak Bayar Pajak, Pemerintah Kantongi Nama dan Siapkan Langkah Investigasi
Banjir Pujian, Menkeu Purbaya Sudah Siapkan Dana 60 T untuk Pemulihan Pasca Bencana di Sumatera: Hasil Efisiensi dari Anggaran Rapat yang Tidak Jelas
Purbaya Yudhi Sadewa Semprot Direktur Bea Cukai Soal Rencana Kirim Balpres Untuk Korban Bencana: Enak Aja, Gue Menterinya!
Ada Secercah Harapan! Hard Gumay Prediksi Perekonomian Indonesia Membaik Tahun 2026, Netizen Kompak Berikan Apresiasi terhadap Kinerja Menkeu Purbaya
Hukum Dunia Aneh? Purbaya Soroti Lemahnya PBB di Tengah Konflik AS-Venezuela, Publik Nilai Tanggapan Menkeu soal Geopolitik Lebih Baik dari Sosok Ini