Kamis, 4 Juni 2026

Rupiah Tembus Rp17.000, Menkeu Purbaya Optimis Penguatan Segera Terjadi

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Jumat, 23 Januari 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi perbandingan rupiah terhadap dolar  (Pixabay IqbalStock)
Ilustrasi perbandingan rupiah terhadap dolar (Pixabay IqbalStock)

 

SketsaNusantara.id – Di tengah tekanan global, kini nilai tukar rupiah sempat menyentuh level psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespon nilai tukar rupiah pada level tersebut.

Purbaya tetap memberikan sinyal positif bagi pasar keuangan domestik meski berada di level yang cukup rendah.

Baca Juga: 3 Fakta Pencopotan Kakanwil DJP Jakut, Alasan Purbaya hingga Kaitannya dengan Kasus Dugaan suap Pemeriksaan Pajak

Ia meyakini bahwa pelemahan ini bersifat sementara dan rupiah akan segera berbalik menguat secara perlahan.

Menurutnya tidak ada alasan bagi nilai tukar rupiah untuk memburuk apabila perbaikan dan roda ekonomi nasional berjalan dengan baik.

Optimisme ini didasari oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kokoh di tengah volatilitas pasar global pada Januari 2026.

Baca Juga: Gercep Turun Tangan, Purbaya Langsung Datangi Danantara Usai Terima Keluhan soal Coretax, Sikap Tanggap Menkeu Tangani Masalah Jadi Sorotan

Salah satu alasan utama di balik keyakinan Purbaya adalah derasnya aliran modal asing atau capital inflow yang masuk ke pasar modal Indonesia. 

Ia menunjuk performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru berhasil mencetak rekor tertinggi (All-Time High) di tengah pelemahan mata uang.

Untuk itu Purbaya optimis bahwa rupiah akan mulai menguat dalam 2 pekan ke depan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Sidak ke 2 Raksasa Baja Diduga Mangkir PPN, Transaksi Tunai hingga Manipulasi Data Pegawai Terungkap

"IHSG kita tembus rekor. Tidak mungkin indeks naik setinggi itu tanpa ada aliran modal asing yang masuk," ungkap Purbaya dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X