Data dari FDR akan memberikan gambaran teknis seperti kecepatan, ketinggian, konfigurasi pesawat, serta kondisi mesin. Sementara itu, CVR akan merekam komunikasi di dalam kokpit, termasuk percakapan antar awak dan suara peringatan dari sistem pesawat.
Meski demikian, Gerry mengingatkan publik untuk tidak berspekulasi berlebihan terkait penyebab kecelakaan. Ia menekankan bahwa proses investigasi membutuhkan waktu dan kehati-hatian.
“Meskipun banyak pertanyaan-pertanyaan dan spekulasi-spekulasi seputar kecelakaan ini, semoga kedua recorders ini bisa dibawa ke laboratorium KNKT untuk dilakukan data download secepatnya,” tulisnya.
Menurutnya, KNKT ditargetkan dapat merilis laporan awal dalam waktu relatif singkat.
“Preliminary report bisa keluar 30 hari setelah kejadian, dan final reportnya max 12 bulan dari hari kejadian,” lanjut Gerry dalam unggahannya.
Pernyataan ini sejalan dengan standar investigasi kecelakaan penerbangan internasional yang menekankan transparansi dan akurasi.
Pesawat ATR 42 PKTHT sendiri sebelumnya dilaporkan mengalami lost contact di sekitar area Makassar.
Dalam unggahan terpisah, Gerry menyebutkan bahwa pesawat tersebut diduga dioperasikan oleh Indonesia Air Transport untuk kepentingan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Informasi ini menambah konteks penting terkait misi dan status penerbangan saat insiden terjadi.
Penemuan lokasi black box yang berada di bagian belakang pesawat dekat ekor juga memberikan petunjuk awal mengenai kondisi struktur pesawat saat kecelakaan.
Bagian ekor kerap menjadi area yang relatif lebih terlindungi dalam kecelakaan tertentu, sehingga peluang penyelamatan data menjadi lebih besar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Spesifikasi ATR 42-500, Pesawat Indonesia Air Transport yang Hilang di Sulses, Berapa Kapasitas Penumpangnya?
Temuan Serpihan Pesawat di Puncak Bulusaraung Jadi Sorotan, Diduga Berasal dari ATR 42-500 Indonesia Air Transport yang Hilang
Upaya SAR di Medan Ekstrem: Penemuan Serpihan Pesawat ATR PK-THT di Maros-Pangkep Menjadi Petunjuk Kunci Penelusuran Lokasi Jatuhnya Pesawat
6 Fakta Terbaru Operasi Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung, Tim SAR Temukan Satu Korban dan Black Box
Mengenal ESAR, Teknik Pencarian yang Digunakan Basarnas dalam Opsar Pesawat ATR 42-500, Sering Dipakai dalam Kasus Pendaki Hilang?