Kamis, 4 Juni 2026

Warga Desa Jejalenjaya Resah Akibat Kebisingan TOA Masjid, Benarkah Hingga Picu Pindah Rumah?

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Selasa, 20 Januari 2026 | 07:30 WIB
Kondisi lingkungan permukiman warga Desa Jejalenjaya yang dikeluhkan terdampak kebisingan toa masjid. (X/RadioElshinta)
Kondisi lingkungan permukiman warga Desa Jejalenjaya yang dikeluhkan terdampak kebisingan toa masjid. (X/RadioElshinta)

SketsaNusantara.id - Keluhan warga terkait kebisingan pengeras suara masjid kembali menjadi sorotan publik.

Kali ini, sejumlah warga Desa Jejalenjaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengungkapkan keresahan mereka terhadap penggunaan toa masjid yang dinilai terlalu sering dan berlangsung hampir sepanjang hari.

Informasi tersebut mencuat setelah Radio Elshinta melalui akun resminya @RadioElshinta membagikan laporan warga yang merasa terganggu dengan suara pengeras masjid yang digunakan untuk meminta sumbangan.

Baca Juga: Terpisah dari Rombongan, Pendaki Bukit Mongkrang Lereng Gunung Lawu Dilaporkan Hilang?

Aktivitas tersebut disebut berlangsung sejak pukul 05.00 pagi hingga sore setiap harinya dan telah terjadi dalam kurun waktu hampir dua tahun.

“Sejumlah warga di Desa Jejalenjaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan suara toa masjid yang digunakan untuk meminta sumbangan sejak pukul 5 pagi hingga sore setiap hari,” tulis Radio Elshinta dalam unggahannya, dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @RadioElshinta.

Menurut keterangan warga, suara yang dipancarkan melalui toa masjid tersebut terdengar terus-menerus dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Sekolah Rusak Diterjang Banjir Bandang Sumatera, Tangis Siswa SD di Agam Ini Ungkap Kerinduan Belajar

Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari waktu istirahat, bekerja dari rumah, hingga proses belajar anak-anak.

“Salah satu warga menyebutkan bahwa suara yang terus-menerus membuat pusing dan telah sering ditegur, namun tidak ada perubahan signifikan,” lanjut unggahan tersebut.

Warga mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan secara langsung kepada pengurus masjid. Namun, hingga kini, penggunaan toa masjid masih tetap berlangsung dengan pola yang sama.

Baca Juga: Melalui Metode Alam, Pendidik ini Klaim Kuasai Bahasa Arab Hanya Butuh Waktu Dua Hari

Hal inilah yang kemudian memicu kekecewaan dan rasa tidak nyaman yang berkepanjangan.

Akibat kebisingan yang tak kunjung teratasi, sejumlah warga bahkan memilih untuk pindah tempat tinggal. Mereka menilai langkah tersebut sebagai satu-satunya solusi demi mendapatkan kenyamanan dan ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X