SketsaNusantara.id - Keluhan warga terkait kebisingan pengeras suara masjid kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, sejumlah warga Desa Jejalenjaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengungkapkan keresahan mereka terhadap penggunaan toa masjid yang dinilai terlalu sering dan berlangsung hampir sepanjang hari.
Informasi tersebut mencuat setelah Radio Elshinta melalui akun resminya @RadioElshinta membagikan laporan warga yang merasa terganggu dengan suara pengeras masjid yang digunakan untuk meminta sumbangan.
Baca Juga: Terpisah dari Rombongan, Pendaki Bukit Mongkrang Lereng Gunung Lawu Dilaporkan Hilang?
Aktivitas tersebut disebut berlangsung sejak pukul 05.00 pagi hingga sore setiap harinya dan telah terjadi dalam kurun waktu hampir dua tahun.
“Sejumlah warga di Desa Jejalenjaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan suara toa masjid yang digunakan untuk meminta sumbangan sejak pukul 5 pagi hingga sore setiap hari,” tulis Radio Elshinta dalam unggahannya, dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @RadioElshinta.
Menurut keterangan warga, suara yang dipancarkan melalui toa masjid tersebut terdengar terus-menerus dengan intensitas tinggi.
Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari waktu istirahat, bekerja dari rumah, hingga proses belajar anak-anak.
“Salah satu warga menyebutkan bahwa suara yang terus-menerus membuat pusing dan telah sering ditegur, namun tidak ada perubahan signifikan,” lanjut unggahan tersebut.
Warga mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan secara langsung kepada pengurus masjid. Namun, hingga kini, penggunaan toa masjid masih tetap berlangsung dengan pola yang sama.
Baca Juga: Melalui Metode Alam, Pendidik ini Klaim Kuasai Bahasa Arab Hanya Butuh Waktu Dua Hari
Hal inilah yang kemudian memicu kekecewaan dan rasa tidak nyaman yang berkepanjangan.
Akibat kebisingan yang tak kunjung teratasi, sejumlah warga bahkan memilih untuk pindah tempat tinggal. Mereka menilai langkah tersebut sebagai satu-satunya solusi demi mendapatkan kenyamanan dan ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Artikel Terkait
Berkedok Adopsi Online, Polisi Gerebek Sindikat Penjualan Bayi dan Tangkap Sang Dalang Utama dI Medan
Total 925 Pasangan Ikut Sidang Isbat Nikah di Rangkasbitung, Berikan Payung Hukum Bagi Perempuan dan Anak-anak Salah Satu Tujuannya
Pilot Senior Hanafi Herlin Bedah Keunggulan Pesawat ATR 42-500, Terungkap Penyebab Jatuh Hingga Telan Korban
Aceh Masih Bergulat dengan Lumpur Usah Banjir, Waktu Menuju Ramadhan Terus Berjalan
Mens Rea Berujung Laporan Polisi, Mahfud MD Nilai Materi Komedi Pandji Tak Penuhi Unsur Penistaan Agama
Kapan Puasa Ramadhan 2026 Dimulai? Perbedaan Hisab Muhammadiyah dan Rukyat NU Jadi Penentu Awal Ibadah Puasa