Minggu, 19 Juli 2026

Kapan Puasa Ramadhan 2026 Dimulai? Perbedaan Hisab Muhammadiyah dan Rukyat NU Jadi Penentu Awal Ibadah Puasa

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 19 Januari 2026 | 18:30 WIB
Ilustrasi penentuan kapan tanggal 1 Ramadhan 1447 H atau 2026 Masehi. (Pexels/Miroslav Škopek)
Ilustrasi penentuan kapan tanggal 1 Ramadhan 1447 H atau 2026 Masehi. (Pexels/Miroslav Škopek)

SketsaNusantara.id - Pertanyaan tentang kapan Puasa Ramadhan 2026 dimulai mulai banyak dicari masyarakat. Penentuan awal Ramadhan selalu menjadi perhatian menjelang tahun baru Hijriah.

Di Indonesia, penetapan awal Ramadhan kerap merujuk pada metode yang digunakan organisasi keagamaan. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama memiliki pendekatan berbeda dalam menentukan 1 Ramadhan.

Perbedaan metode tersebut kerap memunculkan perbedaan waktu awal ibadah puasa. Kondisi ini hampir terjadi setiap tahun dan menjadi perhatian publik.

Baca Juga: Kampung Wisata Kauman Yogyakarta, Wisata Religi Berbasis Sejarah Muhammadiyah yang Ramai Dikunjungi saat Bulan Ramadhan

Muhammadiyah secara konsisten menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal. Metode ini menghitung posisi bulan secara astronomis tanpa menunggu pengamatan langsung.

Pola tersebut kembali ditegaskan Muhammadiyah melalui penetapan kalender Hijriah sebelumnya. Penetapan dilakukan jauh hari sebelum Ramadhan tiba.

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, menyampaikan kepastian waktu penting umat Islam melalui maklumat resmi. Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Yogyakarta.

Baca Juga: 3 Film Imajinari Pictures yang Bakal Tayang 2026, Ernest Kembali Jadi Sutradara hingga Film Terbaru Iqbaal Ramadhan

“Demikian maklumat ini disampaikan agar menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.” ujar Muhammad Sayuti, dikuti[ dari Muhammadiyah.org.

Maklumat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Dokumen itu juga ditandatangani oleh Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti.

Dalam penetapan sebelumnya, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan berdasarkan hasil hisab. Metode ini digunakan secara konsisten oleh persyarikatan tersebut.

Pendekatan ini membuat Muhammadiyah biasanya lebih awal mengumumkan awal Ramadhan. Kepastian waktu puasa dapat diketahui jauh sebelum sidang isbat pemerintah.

Berbeda dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama masih menggunakan metode rukyatul hilal. NU menunggu hasil pengamatan bulan di berbagai titik pengamatan.

Rukyat dilakukan menjelang akhir bulan Syakban. Hasil pengamatan kemudian dibahas bersama dalam forum resmi.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Muhammadiyah.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X