Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ketiga provinsi dinilai membutuhkan penanganan terkoordinasi dan cepat.
Penunjukan Tito Karnavian sebagai ketua Satgas memiliki pertimbangan khusus. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut kapasitas Tito sebagai Mendagri menjadi alasan utama.
Tito dinilai mampu mengoordinasikan pemerintahan daerah lintas provinsi. Pengalaman birokrasi menjadi faktor pendukung penugasan tersebut.
Mengenai target kerja, pemerintah menegaskan Satgas akan bergerak secepat mungkin.
Setiap tahapan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan warga. Pemerintah memprioritaskan pemulihan yang berdampak langsung pada masyarakat. Fokus awal diarahkan pada kebutuhan dasar korban bencana.
“Untuk prioritas pertama, tentu sesegera mungkin membangun hunian bagi saudara-saudara kita yang saat ini masih berada di pengungsian,” ujar Prasetyo, dikutip dari situs resmi pemerintah.
Pembangunan hunian layak menjadi langkah awal pemulihan sosial. Pemerintah menilai stabilitas tempat tinggal penting bagi pemulihan kehidupan warga. Upaya ini diharapkan mempercepat kembalinya aktivitas masyarakat.
Seluruh kebijakan Satgas diarahkan untuk pemulihan menyeluruh dan berkelanjutan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Banjir Tawaran Brand Ambassador, Wardatina Mawa Tak Mau Lepas Cadar Seperti Inara Rusli, Umi Pipik: Saya Lega
Lumpur Belum Pergi Usai Banjir, Warga Aceh Timur Habiskan Jutaan Rupiah Demi Bersihkan Rumah
Usai Banjir Bandang, Warga Nagan Raya Temukan 5 Titik Gelembung Gas
Kayu Gelondongan Jadi Tantangan Relawan saat Distribusi Bantuan Banjir Bandang Aceh
Sumur Bor Korban Banjir Disebut Capai Rp150 Juta, Warga Aceh Timur Unggah Bukti Sumur Rp15 Juta