Kamis, 4 Juni 2026

Kayu Gelondongan Jadi Tantangan Relawan saat Distribusi Bantuan Banjir Bandang Aceh

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 4 Januari 2026 | 22:00 WIB
Potret warga terdampak memanfaatkan tumpukan kayu gelondongan sisa banjir untuk membuat jembatan hinga membangun tempat tinggal sementara dalam kondisi darurat pascabencana (Instagram/windoherwindo)
Potret warga terdampak memanfaatkan tumpukan kayu gelondongan sisa banjir untuk membuat jembatan hinga membangun tempat tinggal sementara dalam kondisi darurat pascabencana (Instagram/windoherwindo)

SketsaNusantara.id - Lebih dari sebulan pascabanjir bandang di Sumatera, penanganan bencana masih berlangsung. Berbagai pihak terus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.

Distribusi logistik menjadi salah satu fokus utama relawan dan pemerintah daerah. Bantuan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan harian warga yang terdampak banjir.

Namun, proses penyaluran bantuan tidak berjalan mudah di seluruh wilayah. Akses yang rusak dan tertutup material banjir menjadi tantangan utama.

Baca Juga: Relawan PMI Jember Turun ke Medan, Pulihkan Trauma Psikologis Anak Korban Banjir Lewat Edukasi Rekreatif

Kondisi tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @ummievinasution. Video tersebut diunggah pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Rekaman itu memperlihatkan pemukiman warga di Aceh dipenuhi kayu-kayu pohon. Material tersebut terbawa arus banjir bandang akhir November 2025.

Banjir bandang saat itu membawa lumpur serta kayu gelondongan berukuran besar. Dampaknya masih terlihat jelas di sejumlah wilayah pemukiman.

Dalam video tersebut, jalan aspal dan halaman rumah warga masih tergenang air. Tumpukan kayu menutup hampir seluruh akses menuju rumah warga.

Baca Juga: Satu Bulan Pasca Banjir, Warga Aceh Tengah Bagikan Kisahnya saat Evakuasi, Mendayung Sampan Selama 4 Jam ke Takengon

Jalanan yang posisinya lebih tinggi dari halaman rumah tampak rusak parah. Kayu gelondongan menghantam permukaan jalan saat banjir terjadi.

Kondisi ini membuat relawan kesulitan menyalurkan bantuan sembako secara langsung. Beberapa relawan harus mencari jalur alternatif.

“Dari mana ya bu kami mau ngasih sembako. Ibu naik ke atas dari mana jalannya? Ini sampai terangkat akar pohonnya,” ucap perekam video.

Dalam situasi tersebut, salah satu relawan turun langsung ke area pemukiman. Ia meniti puing kayu yang melintang untuk menjangkau warga.

Relawan tersebut membawa paket sembako dengan berjalan perlahan di atas kayu. Upaya ini dilakukan agar bantuan tetap sampai ke penerima.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X