Minggu, 19 Juli 2026

Usai Banjir Bandang, Warga Nagan Raya Temukan 5 Titik Gelembung Gas

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 4 Januari 2026 | 21:30 WIB
Muncul beberapa titik gelembung gas di Desa Gunong Cut, Nagan Raya, Aceh usai banjir akhir November 2025. (TikTok/sabrina_djuan)
Muncul beberapa titik gelembung gas di Desa Gunong Cut, Nagan Raya, Aceh usai banjir akhir November 2025. (TikTok/sabrina_djuan)

SketsaNusantara.id - Fenomena tak biasa terjadi pascabanjir bandang yang melanda wilayah Aceh pada akhir November 2025. Warga menemukan kemunculan gelembung gas di area endapan lumpur.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Setidaknya terdapat lima titik gelembung gas yang muncul ke permukaan tanah.

Gelembung tersebut terlihat keluar dari sela-sela lumpur sisa banjir. Warga setempat mengaitkan kemunculan tersebut dengan potensi gas alam.

Baca Juga: Relawan PMI Jember Turun ke Medan, Pulihkan Trauma Psikologis Anak Korban Banjir Lewat Edukasi Rekreatif

Kekhawatiran muncul karena semburan gas tersebut dapat memicu api. Api diketahui membesar saat diarahkan ke titik keluarnya gas.

Fenomena ini menjadi perhatian luas setelah beredar di media sosial. Video kemunculan gelembung gas diunggah akun TikTok @sabrina_djuan pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Menanggapi viralnya video tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengambil langkah cepat. Tim diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan langsung.

Baca Juga: Satu Bulan Pasca Banjir, Warga Aceh Tengah Bagikan Kisahnya saat Evakuasi, Mendayung Sampan Selama 4 Jam ke Takengon

Pemantauan dilakukan guna memastikan kondisi lapangan dan mengidentifikasi sumber gelembung gas. Pemerintah daerah menilai perlu adanya pemeriksaan lanjutan.

“Mulai dari dua hari lalu hingga 3 Januari 2026, masih ditemukan aktivitas keluarnya gas pada beberapa titik lokasi,” ucap Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, dikutip dari laman resmi Pemkab Nagan Raya, Minggu, 4 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa fenomena tersebut telah terpantau sejak banjir bandang pertama. Peristiwa banjir terjadi pada 26 November 2025 lalu.

Menurutnya, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan keamanan warga. Aparatur desa turut dilibatkan dalam pengawasan lapangan.

Sebagai langkah antisipasi, area sekitar titik gelembung gas diberi pembatas sementara. Garis polisi dipasang agar warga tidak mendekati lokasi tersebut.

Pemerintah juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas di sekitar titik semburan gas dibatasi hingga kajian selesai.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X