Hujan intensitas tinggi disertai angin kencang dan kabut tebal membuat jarak pandang tim seringkali hanya mencapai 1 hingga 2 meter.
Kondisi medan yang licin dan vegetasi hutan yang sangat rapat di jalur pendakian Gunung Slamet juga menjadi faktor penghambat yang membahayakan keselamatan para personel SAR di lapangan.
Keputusan penghentian operasi diambil setelah dilakukan koordinasi dan gelar perkara antara Tim SAR, Pemerintah Kabupaten Purbalingga, dan pihak keluarga korban.
Kini seluruh personel ditarik kembali ke satuan masing-masing namun dialihkan ke pemantauan dari Pos Dipajaya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
UI Resmi Buka Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial, Siap Cetak Inovator AI Berdaya Saing Global
Plot Twist! PBNU Sebut Aliansi Muda yang Melaporkan Pandji Pragiwaksono Bukan Bagian dari NU, Gus Ulil Tekankan Hal Ini
Ramai Penolakan Pilkada via DPRD, Mensesneg: Istana Simak Suara Masyarakat dan Hasil Survei
Polemik Laporan atas Pandji Pragiwaksono, PP Muhammadiyah Tegaskan Bukan Keputusan Organisasi
Tok! KPK Resmi Menetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kasus Super Flu di RSHS Bandung, Satu Pasien Meninggal, Ini Penjelasan dari Rumah Sakit