Alasannya, pekerjaan mereka sebagai pekerja upahan di kebun sawit dan karet terhenti akibat bencana banjir dan tanah longsor kemarin.
“Penghasilan kami dari tanaman-tanaman yang di sini, terutama kan sawit, karet. Sementara kami rata-raya yang mangomo (pekerja upahan), ngambil hasil dari ladang orang,” terangnya.
Saat ini, Andi tinggal di masjid kampung Dusun Suka Maju (Benteng) bersama keluarganya.
Baca Juga: Akses Putus Akibat Longsor, Warga Pedalaman Tapanuli Tengah Jalan Kaki Berjam-jam demi Sembako
Kondisi Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan
Berdasarkan laporan awal pasca banjir dan tanah longsor melanda wilayah ini, ada 75 rumah di Dusun Suka Maju (Benteng) yang terdampak.
Sementara jumlah warga dusun yang terdampak yakni sekitar 246 jiwa yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa.
Terkait penanganan pasca banjir, Desa Hapesong Baru direncanakan sebagai lokasi untuk pembangunan 227 unit hunian tetap.
Lahan yang disediakan untuk pembangunan hunian tetap tersebut sekitar 61.942 meter persegi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Diduga Tak Sesuai Anggaran Hingga Indikasi Adanya Korupsi, Realisasi MBG Dibocorkan Wali Murid: Putrinya Diberhentikan Sepihak oleh Sekolah
Diintimidasi dan Anak Diberhentikan Sepihak dari PAUD Usai Posting Menu MBG, Wali Murid di Kampar Mengadu ke Prabowo Subianto: Apa Hubungannya?
Panti Jompo di Kota Manado Terbakar, Belasan Lansia Dilaporkan Meninggal Dunia
Heboh! Atalia Praratya Disebut Galak dan Jauh Dari Kesan Lembut, Netizen Mulai Berspekulasi Liar
Pedagang Keluhkan Harga MinyaKita di Atas HET, Diduga Akibat Rantai Distribusi Panjang: Modalnya Aja Hampir Rp17 Ribu!
Update Jumlah Korban KM Putri Sakinah yang Tenggelam di Perairan Pulau Padar, Tim SAR Temukan 1 WNA Spanyol yang Hilang
Polda Sulut Identifikasi 16 Lansia yang Tewas dalam Kebakaran Panti Jompo di Manado, Minta Sampel DNA Keluarga