ia pun meminta para keluarga korban untuk menghubungi Polda Sulut agar dapat diambil sampel DNA pembanding.
“Kami sangat berharap kepada masyarakat, sehingga yang merasa keluarganya jadi korban, bisa menghubungi kami untuk diambil sampel DNA pembanding,” ujarnya lagi.
Selain DNA pembanding, identifikasi korban juga dilakukan melalui rekam medik gigi.
Meski proses identifikasi keenam belas jenazah ini diprediksi memutuhkan waktu yang tak sebentar, Tasrif menekankan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin.
“Intinya, kami akan berusaha secepat mungkin,” tegasnya.
Baca Juga: Rombongan Wisata Lansia Surabaya Alami Pemalakan saat Keluar Bangsring Underwater
Selain korban meninggal dunia, insiden ini juga menyebabkan beberapa lansia mengalami luka.
3 Orang lansia dilaporkan mengalami luka bakar dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kronologi hingga penyebab kebakaran panti jompo di Kota Manado itu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Perkembangan Kasus Dugaan Pengusiran Paksa Nenek Elina di Surabaya, Polda Jatim Periksa 4 Orang Saksi
5 Fakta Pertemuan PBNU di Surabaya, Gus Yahya Tegaskan Semua Persoalan Internal Selesai dan Kepengurusan Kembali Solid
Akses Darat Belum Pulih Pasca Banjir, Warga Kecamatan Ketol Aceh Tengah Bertahan Hidup Lewat Tali Sling
Diduga Tak Sesuai Anggaran Hingga Indikasi Adanya Korupsi, Realisasi MBG Dibocorkan Wali Murid: Putrinya Diberhentikan Sepihak oleh Sekolah
Diintimidasi dan Anak Diberhentikan Sepihak dari PAUD Usai Posting Menu MBG, Wali Murid di Kampar Mengadu ke Prabowo Subianto: Apa Hubungannya?
Pedagang Keluhkan Harga MinyaKita di Atas HET, Diduga Akibat Rantai Distribusi Panjang: Modalnya Aja Hampir Rp17 Ribu!