SketsaNusantara.id – Pemerintah Republik Rakyat China secara resmi menyatakan dukungannya terhadap Indonesia.
Beberapa waktu yang lalu Indonesia dinominasikan sebagai salah satu kandidat Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB oleh kelompok Asia Pasifik.
Indonesia dinominasikan sebagai salah satu kandidat untuk menduduki jabatan Presiden Dewan HAM di PBB untuk periode 2026.
Baca Juga: Sejarah Singkat PBB yang Diperingati Setiap 24 Oktober, Awal Mula Lahirnya Organisasi Global
Dalam hal pencalonan Indonesia ini, rupanya China memutuskan untuk mendukung Indonesia secara penuh.
Hal itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri China yang menyatakan secara resmi atas pencalonan Indonesia sebagai Dewan HAM di PBB.
"China mengucapkan selamat kepada Indonesia atas pencalonannya oleh kelompok Asia Pasifik Dewan Hak Asasi Manusia PBB," ungkap Lin Jian, juru bicara kementerian luar negeri China dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
Lin Jian sebagai pejabat kementerian luar negeri China menyampaikan secara langsung dukungan pemerintah atas pencalonan Indonesia.
China menyatakan dukungan penuhnya terhadap Indonesia terhadap pencalonan Indonesia sebagai presiden Dewan HAM PBB.
"China mendukung Indonesia dalam menjalankan tugasnya sebagai presiden Dewan yang baru serta bersedia memperkuat dialog dan kerjasama dengan semua pihak," imbuhnya.
China juga menegaskan kesiapannya guna memperkuat dialog dengan semua pihak terutama dengan pemerintah Indonesia.
Lin Jiang menyatakan alasan mengapa pemerintahnya mendukung penuh Indonesia sebab meeraj memandang bahwa Indonesia bisa mendorong banyak hal.
Artikel Terkait
Detik-Detik Banjir Bandang Hantam Agam Sumatera Barat, Rumah Warga Maninjau Terendam Usai Hujan Deras Seharian
Surabaya Lumpuh Total! Ribuan Buruh Jatim Blokir Jalan Protokol, Tolak UMP 2026 Sebesar Rp2,4 Juta
Belum Reda Kasus Nenek Elina, Publik Kembali Dikejutkan Pengeroyokan Lansia di Bangkalan: Cekcok dengan 5 Orang Tetangga Gara-Gara Air Cucian Beras
Terjebak Online Scam di Kamboja, 7 WNI Akhirnya Dipulangkan ke Indonesia oleh Kemlu
Perekrut PMI Korban TPPO di Kamboja Diburu Polisi, Bareskrim Telusuri Jejak Digital Pelaku
Pemkot Surabaya Resmi Keluarkan Aturan Batasi Penggunaan HP dan Internet pada Anak, Ini Alasannya
Klarifikasi Ormas Madas Usai Dituding Terlibat dalam Pembongkaran Paksa Rumah Nenek Elina di Surabaya